Bisnis Obat Herbal Diadang Pahitnya Biaya Riset

Jum'at, 09 April 2021 - 16:54 WIB
loading...
Bisnis Obat Herbal Diadang...
Ilustrasi/sidomuncul
A A A
JAKARTA - Ketua Umum Gabungan Pengusaha (GP) Jamu Dwi Ranny Pertiwi Zarman mengatakan, tingginya biaya uji klinis obat herbal untuk pengajuan tanaman obat ke dalam formularium nasional atau fornas menjadi hambatan bagi para pelaku industri. Padahal tren mengonsumsi obat tradisional atau fitofarmaka semakin gencar dilakukan masyarakat. ( Baca juga: Strategi Industri Jamu Agar Tetap 'Greng' Saat Pandemi )

Menurut dia, perkembangan riset yang dilakukan pemerintah terhadap bahan baku obat herbal sudah cukup baik. Hanya saja selama ini hanya sekadar riset dan tersimpan begitu saja.

"Yang dilakukan pemerintah itu belum banyak membantu industri jamu karena hanya sekadar riset dan tersimpan saja seperti itu. Akhirnya kita melakukan riset sendiri, produknya juga dari hasil riset sendiri supaya bisa beredar di masyarakat," ujarnya dalam Market Review IDX Channel, Jumat (9/4/2021).

Ranny melanjutkan, pihaknya mendorong agar pemerintah meloloskan produk fitofarmaka dalam fornas. Menurut dia, fitofarmaka memiliki efek samping yang lebih kecil dibandingkan obat generik.

"Kami masih cukup sulit kalau regulasinya tidak diubah. Karena untuk 1 fornas ada peraturan dari Kementerian Kesehatan dan itu sulit dilaksanakan untuk industri jamu," tuturnya.

Dia mencontohkan negara China yang dalam satu rumah sakit ada yang menggunakan pengobatan herbal tradisional dan juga pengobatan umum. Dia juga menyoroti kemudahan obat tradisional China yang bisa masuk dengan mudah ke rumah sakit di Indonesia. ( Baca juga: Listyo Sigit Prabowo Mundur dari PBSI )

"Masih minimnya kepercayaan dari dokter terhadap produk jamu, kecuali dibuatkan khusus fornas yang nanti penggunanya sendiri dokter-dokter yang memakai herbal. Formulanya dapat dibuat berbeda, lebih mengedepankan secara budaya," jelasnya.
(uka)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Acaraki Jamu Festival...
Acaraki Jamu Festival 2026 Dorong Jamu Jadi Penggerak Ekonomi Nasional
Arsari Tambang Bakal...
Arsari Tambang Bakal Bangun Pusat Riset Timah dan Logam Tanah Jarang di Bangka
Riset UI dan RISED Ungkap...
Riset UI dan RISED Ungkap Dampak Positif MBG bagi Penerima Manfaat
Mendorong Riset Kampus...
Mendorong Riset Kampus Jadi Mesin Hilirisasi dan Industri Nasional
BRIN Akan Lakukan Riset...
BRIN Akan Lakukan Riset Berbasis Kebutuhan Pengusaha
BKI dan BRIN Teken MoU...
BKI dan BRIN Teken MoU Perkuat Kolaborasi Riset dan Inovasi
Motif Skandal Riset...
Motif Skandal Riset Palsu Internasional, Pelaku Incar Travel Grant ke Luar Negeri
Skandal Riset Palsu...
Skandal Riset Palsu Internasional, Mendiktisaintek Ungkap 4 Terduga Pelaku Lulusan UNY
Mendiktisaintek Brian...
Mendiktisaintek Brian Yuliarto Bakal Bawa Skandal Riset Palsu ke Jalur Hukum
Rekomendasi
AS Diskriminatif, Cabut...
AS Diskriminatif, Cabut Kuota Tiket Suporter Timnas Iran di Piala Dunia 2026
Gunung Dukono Kembali...
Gunung Dukono Kembali Erupsi Pagi Ini, Luncurkan Abu Vulkanik 1.000 Meter
POCE JOBFAIR 2026 di...
POCE JOBFAIR 2026 di UPN Veteran Yogya Hadirkan Ribuan Peluang Karier
Berita Terkini
IHSG Tergelincir di...
IHSG Tergelincir di Awal Sesi Sentuh 5.744, Transaksi Pagi Cetak Rp1,1 T
Kilau Emas Antam Kembali...
Kilau Emas Antam Kembali Meredup, Hari Ini Turun Rp20 Ribu ke Rp2.713.000 per Gram
Gencatan Senjata Gagal!...
Gencatan Senjata Gagal! Harga Minyak Dunia Terbang Tinggi Hampir 1% saat AS Kembali Gempur Iran
Tarif Trump 18% Mengancam...
Tarif Trump 18% Mengancam Komoditas Unggulan Nasional, RI Rayu AS Minta Pengecualian
Pertamax Naik Rp3.950...
Pertamax Naik Rp3.950 Jadi Rp16.250/Liter, Ini Daftar Lengkap Harga BBM di SPBU Pertamina
Harga BBM Pertamax Cs...
Harga BBM Pertamax Cs Resmi Naik per Rabu 10 Juni 2026, Pertalite dan Solar Subsidi Tetap
Infografis
Biaya Penyelenggaraan...
Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji Tahun 2026 per Embarkasi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved