Pertamina Siapkan Capex USD10 Miliar di 2021, Meningkat Dua Kali Lipat
Senin, 12 April 2021 - 16:42 WIB
loading...
PT Pertamina (Persero) menetapkan anggaran belanja modal perusahaan (Capital Expenditure/Capex) mencapai USD10,7 miliar pada tahun 2021. Angka itu dua kali lipat dari prognosa realisasi Capex tahun lalu. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - PT Pertamina (Persero) menetapkan anggaran belanja modal perusahaan (Capital Expenditure/Capex) mencapai USD10,7 miliar pada tahun 2021. Angka itu dua kali lipat dari prognosa realisasi Capex tahun lalu yang senilai USD4,7 miliar.
"Banyak sekali yang sudah dijalankan dan akan terus dilanjutkan Pertamina untuk beradaptasi dengan kondisi terkini. Dengan fundamental yang baik, memasuki 2021 Pertamina langsung mengakselerasi kinerja operasional untuk mencapai target pertumbuhan tinggi, lebih dari 20%," ujar Senior Vice President Corporate Communications & Investor Relations Pertamina, Agus Suprijanto di Jakarta, Senin (12/4/2021).
Baca Juga: Pertamina Pastikan Pasokan Energi di Jatim Tak Terdampak Gempa
Agus menjelaskan, dari total USD10,7 miliar, 46% bagian tersebut akan didedikasikan untuk kegiatan hulu migas sebagai upaya memastikan peningkatan produksi serta cadangan migas sehingga dapat berdampak pada penurunan impor minyak mentah nasional. Sedangkan 36% lainnya akan dialokasikan untuk melanjutkan pengembangan kilang & petrokimia, lalu 18% akan diserap untuk kegiatan bisnis lainnya, termasuk melanjutkan pengembangan energi baru dan terbarukan.
“Anggaran tersebut menunjukkan optimisme Pertamina yang tinggi untuk tetap tumbuh dan bangkit di tengah pandemi Covid-19 dengan melanjutkan proyek atau pengembangan bisnis yang telah jalan sejak tahun sebelumnya dan pada saat bersamaan, menciptakan program inisiatif baru,” ujar Agus.
"Banyak sekali yang sudah dijalankan dan akan terus dilanjutkan Pertamina untuk beradaptasi dengan kondisi terkini. Dengan fundamental yang baik, memasuki 2021 Pertamina langsung mengakselerasi kinerja operasional untuk mencapai target pertumbuhan tinggi, lebih dari 20%," ujar Senior Vice President Corporate Communications & Investor Relations Pertamina, Agus Suprijanto di Jakarta, Senin (12/4/2021).
Baca Juga: Pertamina Pastikan Pasokan Energi di Jatim Tak Terdampak Gempa
Agus menjelaskan, dari total USD10,7 miliar, 46% bagian tersebut akan didedikasikan untuk kegiatan hulu migas sebagai upaya memastikan peningkatan produksi serta cadangan migas sehingga dapat berdampak pada penurunan impor minyak mentah nasional. Sedangkan 36% lainnya akan dialokasikan untuk melanjutkan pengembangan kilang & petrokimia, lalu 18% akan diserap untuk kegiatan bisnis lainnya, termasuk melanjutkan pengembangan energi baru dan terbarukan.
“Anggaran tersebut menunjukkan optimisme Pertamina yang tinggi untuk tetap tumbuh dan bangkit di tengah pandemi Covid-19 dengan melanjutkan proyek atau pengembangan bisnis yang telah jalan sejak tahun sebelumnya dan pada saat bersamaan, menciptakan program inisiatif baru,” ujar Agus.
Lihat Juga :