Kinerja Emiten Pengolah Makanan Beku Cemerlang Saat Pandemi, Raup Laba USD10,2 Juta
Selasa, 13 April 2021 - 17:32 WIB
loading...
Emiten pengolah makanan beku berbasis udang, PT Panca Mitra Multiperdana Tbk (PMMP) berhasil mencatat kinerja positif selama 2020, baik dari sisi top line maupun bottom line. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Emiten pengolah makanan beku berbasis udang, PT Panca Mitra Multiperdana Tbk (PMMP) berhasil mencatat kinerja positif selama 2020, baik dari sisi top line maupun bottom line. PMMP mampu mencetak laba bersih sebesar USS10,2 juta meningkat signifikan sebesar 78,3% dibandingkan dengan laba bersih Perseroan tahun 2019 sebesar USD 5,7 juta.
Baca Juga: Perusahaan Pengolahan Udang, Panca Mitra Perkuat Pasar Domestik
Mengutip dari Laporan Keuangan Audit Perseroan tahun 2020, PMMP mampu mencatatkan penjualan bersih sebesar USD 170,6 juta, meningkat sebesar 19,5% secara YoY dari sebelumnya sebesar USF142,7 juta.
Direktur Utama PMMP, Martinus Soesilo mengatakan, kinerja cemerlang selama tahun 2020 ini didukung oleh meningkatnya penjualan ekspor Perseroan, terutama ke Amerika Serikat, yang meningkat sebesar 27%, menjadi USD138,3 juta dari USD108,8 juta.
Pertumbuhan penjualan ini juga berdampak pada meningkatnya Laba Kotor Perseroan pada 2020 menjadi USD 35,3 juta, meningkat sebesar 20% dari Laba Kotor 2019 sebesar USD 29,4 juta. Hal ini disebabkan oleh strategi penjualan Perseroan untuk meningkatkan porsi penjualan varian Value Added yang memiliki profitabilitas lebih baik dibandingkan produk lainnya.
Baca Juga: Perusahaan Pengolahan Udang, Panca Mitra Perkuat Pasar Domestik
Mengutip dari Laporan Keuangan Audit Perseroan tahun 2020, PMMP mampu mencatatkan penjualan bersih sebesar USD 170,6 juta, meningkat sebesar 19,5% secara YoY dari sebelumnya sebesar USF142,7 juta.
Direktur Utama PMMP, Martinus Soesilo mengatakan, kinerja cemerlang selama tahun 2020 ini didukung oleh meningkatnya penjualan ekspor Perseroan, terutama ke Amerika Serikat, yang meningkat sebesar 27%, menjadi USD138,3 juta dari USD108,8 juta.
Pertumbuhan penjualan ini juga berdampak pada meningkatnya Laba Kotor Perseroan pada 2020 menjadi USD 35,3 juta, meningkat sebesar 20% dari Laba Kotor 2019 sebesar USD 29,4 juta. Hal ini disebabkan oleh strategi penjualan Perseroan untuk meningkatkan porsi penjualan varian Value Added yang memiliki profitabilitas lebih baik dibandingkan produk lainnya.
Lihat Juga :