Kementerian PUPR Salurkan Bantuan untuk Warga Korban Gempa Jatim
Selasa, 13 April 2021 - 18:15 WIB
loading...
Foto/Ilustrasi/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) turut membantu penanganan darurat bencana gempa bumi yang mengguncang sejumlah kota/kabupaten di Provinsi Jawa Timur. Gempa berkekuatan magnitudo 6,7 SR terjadi di laut sekitar 90 km barat daya dari Kabupaten Malang, Sabtu (10/4) lalu.
Upaya tanggap darurat dilakukan dengan mengerahkan sumber daya dan personel di balai-balai Kementerian PUPR yang berada di Provinsi Jawa Timur untuk mempercepat penanganan di lapangan. ( Baca juga:KemenPUPR dan Operator Diminta Berkoordinasi agar tak Merusak Kabel FO Palapa Ring )
Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan, dalam masa tanggap darurat, yang paling penting adalah ketersediaan prasarana dan sarana air bersih dan sanitasi untuk keperluan sehari-hari bagi para korban dan pengungsi.
“Kami sangat concern dengan air bersih, terutama di tempat-tempat pengungsian. Kita juga manfaatkan instalasi pengolahan air minum (IPA) terdekat maupun IPA mobile untuk mensuplai air bersih, khususnya ke posko pengungsian,” kata Basuki dalam keterangan tertulis di Jakarta, Selasa(13/4/2021).
Kementerian PUPR melalui Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) telah berkoordinasi dengan Badan Penanganan Bencana Daerah (BPBD) kota/kabupaten terdampak serta pemerintah daerah untuk penyediaan logistik dan penyediaan pos pengungsian bagi masyarakat terdampak. Saat ini telah dimobilisasi 1 unit mobil tangki air (MTA) berkapasitas 2.000 liter, 5 unit hidran umum (HU) kapasitas 1.000 liter, dan 5 unit HU kapasitas 2.000 liter.
Upaya tanggap darurat dilakukan dengan mengerahkan sumber daya dan personel di balai-balai Kementerian PUPR yang berada di Provinsi Jawa Timur untuk mempercepat penanganan di lapangan. ( Baca juga:KemenPUPR dan Operator Diminta Berkoordinasi agar tak Merusak Kabel FO Palapa Ring )
Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan, dalam masa tanggap darurat, yang paling penting adalah ketersediaan prasarana dan sarana air bersih dan sanitasi untuk keperluan sehari-hari bagi para korban dan pengungsi.
“Kami sangat concern dengan air bersih, terutama di tempat-tempat pengungsian. Kita juga manfaatkan instalasi pengolahan air minum (IPA) terdekat maupun IPA mobile untuk mensuplai air bersih, khususnya ke posko pengungsian,” kata Basuki dalam keterangan tertulis di Jakarta, Selasa(13/4/2021).
Kementerian PUPR melalui Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) telah berkoordinasi dengan Badan Penanganan Bencana Daerah (BPBD) kota/kabupaten terdampak serta pemerintah daerah untuk penyediaan logistik dan penyediaan pos pengungsian bagi masyarakat terdampak. Saat ini telah dimobilisasi 1 unit mobil tangki air (MTA) berkapasitas 2.000 liter, 5 unit hidran umum (HU) kapasitas 1.000 liter, dan 5 unit HU kapasitas 2.000 liter.
Lihat Juga :