Indonesian-German Business Forum Bahas Tren Transformasi Industri dan Potensi Kerja Sama

Rabu, 14 April 2021 - 15:54 WIB
loading...
Indonesian-German Business...
Dalam Indonesia-German Business Forum, para pemimpin bisnis dari Indonesia dan Jerman membahas tren transformasi industri dan peluang kerja sama. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Hannover Messe 2021 : Digital Edition menampilkan program khusus yang mengangkat kerja sama Indonesia sebagai official partner country serta Jerman yang merupakan negara penyelenggara ajang pameran tersebut. Kegiatan yang dikemas dalam “Indonesia-German Business Forum” tersebut diselenggarakan pada hari pembukaan Hannover Messe 2021.

“Dalam Indonesia-German Business Forum, para pemimpin bisnis dari Indonesia dan Jerman membahas tren transformasi industri dan peluang kerja sama. Selain itu, juga membagikan pengalaman dan best practice dari masing-masing negara,” kata Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita di Jakarta, Rabu (14/4/2021).

Baca Juga: Terkait Hannover Messe, Menperin: Indonesia dan Jerman Seperti Nakula-Sadewa

Hubungan kerja sama ekonomi antara Indonesia dan Jerman telah berlangsung lama dan dengan penuh kepercayaan. Pertumbuhan ekonomi yang stabil, kelas menengah yang meningkat, dan kekuatan sebagai ekonomi terbesar di ASEAN merupakan faktor ketertarikan perusahaan-perusahaan Jerman untuk berinvestasi di Indonesia.

Ketua Umum KADIN Indonesia, Rosan Perkasa Roeslani mengatakan, Hannover Messe sebagai pameran teknologi industri terbesar akan memberikan Indonesia kesempatan untuk memperkenalkan dan mempromosikan teknologi industri yang dimiliki, menarik foreign direct investment (FDI), dan juga memperluas pasar ekspor produk industri Indonesia.

"Nantinya, ini dapat mengakselerasi pemulihan ekonomi Indonesia,” ujar Rosan.

Menurut Rosan, hubungan kerja sama antara Indonesia dengan Jerman perlu dipererat karena Jerman merupakan negara dengan keuangan paling stabil di Eropa dengan ekonomi yang memiliki karakter. Sedangkan Indonesia adalah Ekonomi terbesar di Asia Tenggara. Kedua negara juga termasuk dalam G20.

“Kami siap membantu sebisa mungkin dengan harapan sektor industri di Indonesia memiliki kompetensi yang tinggi di pasar dunia dan bisa menjadi bagian global supply chains network,” ujar Rosan.

Di samping kesuksesan perusahaan Jerman di Indonesia, terdapat sejumlah potensi yang masih dapat dimaksimalkan. Joe Kaeser menyampaikan, perlu ajang tepat seperti Hannover Messe untuk mengoptimalkannya. Pihak Jerman juga mendukung penyelesaian Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA) yang dapat mendukung program Making Indonesia 4.0.

“Roadmap tersebut merupakan peta jalan berfokus industri yang paling relevan dengan memprioritaskan teknologi,” ujar Kaeser.

Lewat kerja sama ini, Jerman ingin memiliki mitra yang tepat, tidak hanya dalam membangun perekonomian Indonesia, namun juga ASEAN. Sebelumnya, masing-masing negara punya fokus dan spesialisasi berbeda. Misalnya Jerman dengan industri berteknologi tinggi, sedangkan Indonesia fokus pada pengolahan sumber daya alam.

Baca Juga: INKA Pamer Bus Listrik E-Inobus di Pameran Kelas Dunia

Namun, kondisinya saat ini sudah berubah, terlebih dengan upaya akselerasi penerapan teknologi Industri 4.0 melalui Making Indonesia 4.0, yang juga menjadi tema Indonesia dalam Hannover Messe 2021. Apalagi dalam beberapa tahun ini, Indonesia telah menjadi salah satu pemimpin di bidang e-commerce.

Indonesia telah menargetkan untuk menjadi manufacturing hub di kawasan Asia Pasifik. Untuk mewujudkannya, perusahaan-perusahaan industri di Indonesia perlu melakukan pembaruan teknologi. Sehingga, diperlukan dukungan dan transfer teknologi dari perusahaan-perusahaan Jerman yang memiliki kekuatan dalam state-of-the-art technology dan aplikasi Industri 4.0.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Hasil Seleksi Pelatihan...
Hasil Seleksi Pelatihan Vokasi Batch 2 Diumumkan 18 Juni 2026, Begini Cara Aksesnya
Dorong Penguatan Pendidikan...
Dorong Penguatan Pendidikan Vokasi Ganda, Endress+Hauser Gelar Education Forum 2026
Kenaikan Kurs Dolar...
Kenaikan Kurs Dolar dan Harga Energi Hantam Industri Galangan Kapal Nasional
Koelnmesse dan AMARA...
Koelnmesse dan AMARA Expo Jalin Kemitraan, Dorong Pertumbuhan Pameran Dagang di Indonesia
Industri AMDK di Antara...
Industri AMDK di Antara Tekanan Energi dan Logistik, Menunggu Keberpihakan Negara
Wamenperin Jajaki Investasi...
Wamenperin Jajaki Investasi di Rusia, dari Nuklir hingga Industri Halal
Inggris, Prancis, Jerman,...
Inggris, Prancis, Jerman, dan Italia Siap Cabut Sanksi Teheran setelah Kesepakatan Damai AS-Iran
Jenderal Jerman Ancam...
Jenderal Jerman Ancam Serang Dahsyat Rusia: Kami Siap Bertempur Malam Ini
Jamu Presiden Steinmeier,...
Jamu Presiden Steinmeier, Prabowo Sebut Jerman Jadi Inspirasi Inovasi Teknologi
Rekomendasi
Belajar dari Inggris,...
Belajar dari Inggris, Tembakau Alternatif Bisa Hentikan Kebiasaan Merokok
Apa Itu PHEV? Begini...
Apa Itu PHEV? Begini Lepas L8 Tempuh 1.300 Km Sekali Isi Penuh
UNJ Expo 2026 Dibuka,...
UNJ Expo 2026 Dibuka, Hadirkan Pameran Inovasi, Tes Kesehatan, hingga Kuliner Nusantara
Berita Terkini
Bangun BRT Metropolitan...
Bangun BRT Metropolitan Cekungan Bandung, Brantas Abipraya Dukung Transformasi Transportasi
Implementasi B50 Dimulai...
Implementasi B50 Dimulai 1 Juli 2026, Jubir ESDM: Bisa Hemat Devisa Rp157 Triliun
Tok! DPR dan Pemerintah...
Tok! DPR dan Pemerintah Sepakati Asumsi Makro KEM-PPKF 2027, Target Lifting Migas Dikerek
Elnusa Petrofin dan...
Elnusa Petrofin dan Pertamina Patra Niaga Perkuat Distribusi Avtur Bali-Nusra
Tips MotionTrade: Kenali...
Tips MotionTrade: Kenali Hak Dasar Investor di Pasar Modal
Asabri Gandeng 119 RS...
Asabri Gandeng 119 RS TNI Perluas Akses Jaminan Sosial Prajurit
Infografis
Serupa tapi Tak Sama,...
Serupa tapi Tak Sama, Ini Perbedaan Gerd, Maag, dan Asam lambung
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved