Banyak Miliarder Berbondong-bondong Ingin Tinggalkan India
Kamis, 15 April 2021 - 10:14 WIB
loading...
A
A
A
Tetapi pemerintah terus memperketat jeratnya di sekitar pemilik bisnis dalam beberapa tahun terakhir. Menurut laporan, pencarian pajak oleh departemen pajak penghasilan India telah meningkat tiga kali lipat dalam beberapa tahun terakhir.
Pemerintah berpendapat apa yang sedang mereka lakukan untuk memberantas "uang hitam - uang tunai ilegal, yang tersembunyi dari otoritas pajak - dan meningkatkan kepatuhan pajak. Tetapi para kritikus mengatakan overreach juga sering karena tekanan pada birokrat untuk memenuhi target pendapatan.
Namun kejaran dari petugas pajak hanyalah salah satu alasan kepindahannya, kata Rahul. Keputusannya juga didorong oleh tren "politik memecah belah" yang berkembang di India, katanya kepada kami. Dia tidak ingin anak-anaknya tumbuh di lingkungan India yang semakin terpolarisasi.
Baru-baru ini, sebuah laporan Global Wealth Migration Review mengungkapkan bahwa hampir 5.000 miliarder, atau setara 2% dari jumlah total individu yang memiliki kekayaan besaar di India meninggalkan negara itu pada tahun 2020 saja.
Lalu orang India menduduki puncak daftar yang disusun oleh penasihat kewarganegaraan dan tempat tinggal global yang berkantor pusat di London, yakni Henley & Partners (H&P). Dalam catatan mereka, orang India berada di posisi teratas yang mencari kewarganegaraan atau tempat tinggal di negara lain sebagai imbalan atas investasi.
Covid-19 telah menjadi pendorong besar dari apa yang merupakan tren berkelanjutan dari orang-orang kaya India yang berusaha untuk "menduniakan kehidupan dan aset mereka" menurut H&P. Sedemikian banyak peminatnya sehingga perusahaan mendirikan kantornya di India di tengah lockdown tahun lalu untuk memenuhi permintaan yang meningkat.
Pemerintah berpendapat apa yang sedang mereka lakukan untuk memberantas "uang hitam - uang tunai ilegal, yang tersembunyi dari otoritas pajak - dan meningkatkan kepatuhan pajak. Tetapi para kritikus mengatakan overreach juga sering karena tekanan pada birokrat untuk memenuhi target pendapatan.
Namun kejaran dari petugas pajak hanyalah salah satu alasan kepindahannya, kata Rahul. Keputusannya juga didorong oleh tren "politik memecah belah" yang berkembang di India, katanya kepada kami. Dia tidak ingin anak-anaknya tumbuh di lingkungan India yang semakin terpolarisasi.
Baru-baru ini, sebuah laporan Global Wealth Migration Review mengungkapkan bahwa hampir 5.000 miliarder, atau setara 2% dari jumlah total individu yang memiliki kekayaan besaar di India meninggalkan negara itu pada tahun 2020 saja.
Lalu orang India menduduki puncak daftar yang disusun oleh penasihat kewarganegaraan dan tempat tinggal global yang berkantor pusat di London, yakni Henley & Partners (H&P). Dalam catatan mereka, orang India berada di posisi teratas yang mencari kewarganegaraan atau tempat tinggal di negara lain sebagai imbalan atas investasi.
Covid-19 telah menjadi pendorong besar dari apa yang merupakan tren berkelanjutan dari orang-orang kaya India yang berusaha untuk "menduniakan kehidupan dan aset mereka" menurut H&P. Sedemikian banyak peminatnya sehingga perusahaan mendirikan kantornya di India di tengah lockdown tahun lalu untuk memenuhi permintaan yang meningkat.
Lihat Juga :