Saat Lantik 11 Pejabat, Menaker Ida Tegaskan yang Ada hanya Visi Presiden
Jum'at, 16 April 2021 - 16:11 WIB
loading...
Foto/dok
A
A
A
JAKARTA - Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah melantik 11 pejabat pimpinan tinggi madya di lingkungan Kementerian Ketenagakerjaan . Pelantikan itu sesuai dengan Perpres No. 95 Tahun 2020 tentang Kementerian Ketenagakerjaan yang memuat perubahan Struktur Organisasi dan Tata Kelola Kemnaker (SOTK) yang baru.
Ke-11 pejabat Pimpinan Tinggi Madya yang dilantik yakni Anwar Sanusi sebagai Sekretaris Jenderal, Budi Hartawan sebagai Direktur Jenderal (Dirjen) Pembinaan Pelatihan Vokasi dan Produktivitas, Suhartono sebagai Dirjen Pembinaan Penempatan Tenaga Kerja dan Perluasan Kesempatan Kerja. ( Baca juga:Isu Reshuffle Kencang Berhembus, Siapa Cocok Jadi Menteri Investasi? )
Lalu, Haiyani Rumondang sebagai Dirjen Pembinaan Pengawasan Ketenagakerjaan dan Keselamatan Kerja (Binwasnaker & K3), Bambang Satrio Lelono sebagai Kepala Badan Perencanaan dan Pengembangan Ketenagakerjaan, Aris Wahyudi sebagai Staf Ahli Bidang Ekonomi Ketenagakerjaan, Tri Retno Isnaningsih sebagai Staf Ahli Bidang Hubungan Internasional, dan Ruslan Irianto Simbono sebagai Staf Ahli Bidang Hubungan Antarlembaga.
Tiga Pejabat Tinggi Madya lainnya yang dilantik yakni Indah Anggoro Putri sebagai Dirjen Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja, Estiarty Haryani sebagai Inspektur Jenderal (Irjen), dan Ismail Pakaya sebagai Staf Ahli bidang Sosial Politik dan Kebijakan Publik.
Dalam sambutannya, Ida mengingatkan bahwa jabatan tinggi madya merupakan ujung tombak yang membantu Menaker untuk merumuskan dan penentu eksekusi kebijakan di lapangan, sehingga sangat menentukan keberhasilan pelaksanaan tugas Kemnaker. Pejabat pimpinan tinggi madya sekaligus juga merupakan posisi kunci dalam sinergitas dengan unit-unit kerja lainnya.
Ke-11 pejabat Pimpinan Tinggi Madya yang dilantik yakni Anwar Sanusi sebagai Sekretaris Jenderal, Budi Hartawan sebagai Direktur Jenderal (Dirjen) Pembinaan Pelatihan Vokasi dan Produktivitas, Suhartono sebagai Dirjen Pembinaan Penempatan Tenaga Kerja dan Perluasan Kesempatan Kerja. ( Baca juga:Isu Reshuffle Kencang Berhembus, Siapa Cocok Jadi Menteri Investasi? )
Lalu, Haiyani Rumondang sebagai Dirjen Pembinaan Pengawasan Ketenagakerjaan dan Keselamatan Kerja (Binwasnaker & K3), Bambang Satrio Lelono sebagai Kepala Badan Perencanaan dan Pengembangan Ketenagakerjaan, Aris Wahyudi sebagai Staf Ahli Bidang Ekonomi Ketenagakerjaan, Tri Retno Isnaningsih sebagai Staf Ahli Bidang Hubungan Internasional, dan Ruslan Irianto Simbono sebagai Staf Ahli Bidang Hubungan Antarlembaga.
Tiga Pejabat Tinggi Madya lainnya yang dilantik yakni Indah Anggoro Putri sebagai Dirjen Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja, Estiarty Haryani sebagai Inspektur Jenderal (Irjen), dan Ismail Pakaya sebagai Staf Ahli bidang Sosial Politik dan Kebijakan Publik.
Dalam sambutannya, Ida mengingatkan bahwa jabatan tinggi madya merupakan ujung tombak yang membantu Menaker untuk merumuskan dan penentu eksekusi kebijakan di lapangan, sehingga sangat menentukan keberhasilan pelaksanaan tugas Kemnaker. Pejabat pimpinan tinggi madya sekaligus juga merupakan posisi kunci dalam sinergitas dengan unit-unit kerja lainnya.
Lihat Juga :