Tanaman Porang Jadi Fenomena Baru, Berikut Cara Menanamnya

loading...
Tanaman Porang Jadi Fenomena Baru, Berikut Cara Menanamnya
Porang saat ini tengah menjadi fenomena baru bagi kalangan masyarakat di Tanah Air. Berikut cara menanam Porang. Foto/Dok
JAKARTA - Porang atau Amorphopallusmuelleri merupakan tanaman herbal yang dapat tumbuh hingga mencapai ketinggian sekitar 1,5 meter. Tanaman ini merupakan tanaman penghasil umbi yang banyak hidup di hutan tropi. Secara fisik tanaman porang tumbuh dengan tangkai tunggal atau batang bercorak belang-belang hijau-putih.

Porang saat ini tengah menjadi fenomena baru bagi kalangan masyarakat di Tanah Air. Berikut cara menanam Porang seperti dikutip dari laman resmi Pertanian.go.id, Jumat (16/4/2021).

Baca Juga: Harganya Melambung, Ketahui 10 Manfaat Tanaman Porang

Tanaman porang paling baik ditanam ketika musim hujan, yaitu sekitar bulan November- Desember. Tahap penanaman porang yakni bibit yang telah dipilih dimasukkan satu per satu ke dalam lubang tanam dengan letak bakal tunas menghadap ke atas.

Untuk setiap lubang tanam diisi 1 bibit porang dengan jarak tanam 1 m x 1 mTutup lubang tanam dengan tanah setebal 3 cm5. Lalu cara pemupukan yanaman Porang. Dosis penggunaan pupuk GDM pada tanaman porang.



Minggu Setelah Semai (MSS) bibit dapat berasal dari biji yang disemaikan, bulbil dan umbi. Jika berasal dari bulbil atau umbi, langsung pada juknis di lahan budidaya.

Pemeliharaan Dalam Budidaya Porang. Untuk mendapatkan pertumbuhan dan produksi yang maksimal, dapat dilakukan perawatan yang intensif dengan cara penyiangan gulma. Penyiangan dilakukan dengan membersihkan gulma yang dapat menjadi pesaing tanaman porang dalam hal kebutuhan air dan unsur hara.

Penyiangan sebaiknya dilakukan sebulan setelah umbi porang ditanam. Penyiangan berikutnya dilakukan saat ada gulma yang muncul. Gulma yang sudah disiang lalu ditimbun di dalam lubang untuk dijadikan pupuk organik.

Kemudian tahap panen Porang. Tanaman porang dapat dipanen untuk pertama kali setelah umurnya mencapai 2 tahun. Umbi yang dipanen adalah umbi besar yang beratnya lebih dari 1 kg/umbi, sedangkan umbi yang masih kecil ditinggalkan untuk dipanen pada tahun berikutnya.

Baca Juga: Petani Bulukumba Didorong Budidaya Tanaman Porang



Setelah itu, tanaman dapat dipanen setahun sekali tanpa harus menanam kembali umbinya. Ciri-ciri porang yang siap panen adalah jika daunnya telah kering dan jatuh ke tanah. Satu pohon porang bisa menghasilkan umbi sekitar 2 kg dan dari sekitar 40 ribu tanaman dalam satu hektar bisa dipanen 80 ton umbi pada periode pemanenan tahun kedua.

Setelah umbi dipanen kemudian dibersihkan dari tanah dan akar, umbi kemudian dipotong lalu dijemur, memotong umbi tersebut harus benar karena menentukan kualitas porang yang dihasilkan.
(akr)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top