Dibantu Warga, PLN Rampungkan Pembangunan Menara Darurat di NTT dalam 10 Hari
Senin, 19 April 2021 - 13:28 WIB
loading...
Foto/Ilustrasi
A
A
A
JAKARTA - PT PLN (Persero) berhasil membangun menara darurat (tower emergency) sebagai pengganti sementara dua menara Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) bertegangan 70 kilo Volt (kV) yang patah dan roboh akibat diterjang Badai Siklon Tropis Seroja di Desa Tunfeu, Kecamatan Nekamese, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Direktur Bisnis Regional Sulawesi, Maluku, Papua dan Nusa Tenggara PLN Syamsul Huda mengatakan, pembangunan menara darurat awalnya ditargetkan rampung selama 1 bulan mengingat medan yang sulit karena hujan, angin dan tanah longsor.
"Perkiraan awal kita membutuhkan waktu 30 hari atau 1 bulan, namun dengan bantuan relawan PLN, TNI, dan masyarakat mampu diselesaikan dalam waktu 10 hari yang berarti lebih cepat dari target semula," ujarnya dalam konferensi pers, Senin (19/4/2021).
Baca juga: Beres-beres PLN Pasca Siklon Seroja, 593.881 Pelanggan Kembali Nikmati Listrik
Dia melanjutkan, dengan ketangguhan dan kompetensi teknis yang sangat baik, kendala dan tantangan yang ada bisa diatasi dengan berdirinya menara darurat. Hal ini juga berkat dukungan dari 77 personel gabungan PLN Group, 30 personel TNI Korem 161 Wirasakti dan warga setempat bahu membahu membantu pembersihan jalur transmisi.
Direktur Bisnis Regional Sulawesi, Maluku, Papua dan Nusa Tenggara PLN Syamsul Huda mengatakan, pembangunan menara darurat awalnya ditargetkan rampung selama 1 bulan mengingat medan yang sulit karena hujan, angin dan tanah longsor.
"Perkiraan awal kita membutuhkan waktu 30 hari atau 1 bulan, namun dengan bantuan relawan PLN, TNI, dan masyarakat mampu diselesaikan dalam waktu 10 hari yang berarti lebih cepat dari target semula," ujarnya dalam konferensi pers, Senin (19/4/2021).
Baca juga: Beres-beres PLN Pasca Siklon Seroja, 593.881 Pelanggan Kembali Nikmati Listrik
Dia melanjutkan, dengan ketangguhan dan kompetensi teknis yang sangat baik, kendala dan tantangan yang ada bisa diatasi dengan berdirinya menara darurat. Hal ini juga berkat dukungan dari 77 personel gabungan PLN Group, 30 personel TNI Korem 161 Wirasakti dan warga setempat bahu membahu membantu pembersihan jalur transmisi.
Lihat Juga :