Segera Dibuka! Ladang Ganja Terbesar di Australia

Senin, 19 April 2021 - 19:44 WIB
loading...
Segera Dibuka! Ladang...
Ilustrasi. FOTO/IST
A A A
JAKARTA - Australia digadang-gadang menjadi pemimpin global di bidang produksi dan ekspor ganja, menyusul segera dibukanya ladang ganja di Queensland.
Dua perusahaan ganja obat di Queensland telah mempercepat rencana mereka untuk membangun kebun ganja di negara bagian yang konservatif tersebut.

Pembangunan fasilitas yang akan dilakukan di pinggiran kota Toowoomba ini akan dilakukan enam bulan lagi. Sebanyak 500 ton ganja akan diproduksi setiap tahunnya dan bernilai ekspor sebesar lebih dari USD1 miliar. Dua perusahaan Australia yang melebur menjadi satu, yakni Grup Obat Alami Australia (ANTG) dan Asterion Cannabis Inc, telah memajukan rencana pembangunan mereka dua tahun lebih cepat, menurut ketua pelaksana ANTG, Matt Cantelo. "Di bayangan kami, Australia bisa menjadi pemimpin global di bidang produksi ganja obat," kata Cantelo seperti dilansir dari ABC News, Senin (19/4/2021).

Baca Juga: Lama Menghilang, Jack Ma Tiba-tiba Muncul Bareng Putin

Fasilitas dengan modal A$400 juta tersebut akan dipakai untuk menanam, memproduksi, dan meneliti produk obat-obatan. Letaknya dekat dengan Bandara Wellcamp di Toowoomba, fasilitas tesebut dapat dengan mudah mengekspor ke luar negeri. Pemerintah Australia telah memberikan judul "status proyek besar" di tahun 2019 pada fasilitas Asterion. Perusahaan ganja Kanada tersebut telah mendapatkan izin ganja obat, izin penelitian ganja, dan izin produksi dari Badan Pengendalian Obat Australia.

Stephen Van Deventer, CEO Asterion, mengatakan peleburan dengan ANTG ini sejalan dengan strategi jangka pendek dan panjang perusahaan tersebut. "Peleburan ini memberikan pendapatan lebih awal dari seharusnya untuk Asterion dan skalabitas untuk ANTG," katanya.

ANTG telah memiliki rantai pasokan dan fasilitas di daerah pedalaman New South Wales, serta akses ke pasar ekspor Eropa. "Modal ini memberikan kemampuan akses bagi pasar Australia dan luar negeri, selain menyediakan kesempatan untuk memperbesar perusahaan dan memenuhi permintaan tinggi obat ganja," ujar Cantelo. Awal tahun ini, ANTG telah menandatangani perjanjian sembilan tahun dengan perusahaan Jerman bernama Cannamedical Pharma senilai USD92 juta untuk mengekspor obat ganja Australia ke Eropa.

Permintaan Meningkat

Ganja obat dengan berdosis rendah kini sah dijual di Australia dan di apotek dan dapat dibeli tanpa resep obat, setelah sebuah aturan baru yang dikeluarkan oleh Administrasi Obat Terapeutik Februari lalu. Kini, belum ada produk yang telah memiliki izin resmi, sehingga kemungkinan besar stoknya baru dapat dijual di apotek enam bulan terakhir tahun ini. Di saat yang bersamaan, Cantelo mengatakan surat izin TGA yang diperolehnya melalui skema khusus saat ini sedang meningkat. Skema tersebut mengizinkan dokter umum untuk mengajukan permintaan pada TGA untuk memberikan obat ganja pada pasien.

Bulan lalu, sebanyak 10.000 izin telah dikeluarkan TGA melalui skema tersebut, jauh lebih banyak dari 3.500 izin yang dikeluarkan tahun lalu, menurut Cantelo. "Ada peningkatan (permintaan) signifikan sebesar 10-20 persen dari bulan ke bulan," kata Cantelo. Ia mengatakan fasilitas milik ANTG di NSW sebentar lagi akan mengalami kesulitan memenuhi permintaan pasar domestik, sehingga akan mengalihkan permintaan ke kebun besar di Toowoomba.

Baca Juga: Tak Bisa Tidur, Jeff Smith Gunakan Ganja Sejak 2 Tahun Lalu

Cantelo mengatakan pembangunan ini akan dilakukan secara bertahap tergantung pada jumlah permintaan. Tahap pertama yang akan dilakukan adalah memproduksi seperempat dari kapasitas fasilitas tersebut. Daerah Toowoomba adalah wilayah pertanian yang kaya, dengan komunitas berpandangan politik konservatif dan pusat pendukung partai Liberal. Hal-hal ini tidak menghalangi rencana pembangunan industri ganja obat di sana. "Manfaat ganja telah terbukti bagi banyak orang, tanpa peduli pandangan politik mereka," kata walikota Dewan Daerah Toowoomba, Paul Antonio.

Antonio juga mengatakan proyek ini akan menjadi anugerah bagi bisnis lokal. Menurutnya komunitas di sana sangatlah "gembira". "Investasi baru ini akan menjadi hal yang luar biasa bagi Toowoomba," katanya. "Dalam 30 tahun ke depan, akan ada tambahan 55.000 warga, dengan sektor industri dan komersil sehingga usaha-usaha baru seperti ini di Gerbang Perdagangan Toowoomba akan sangat berarti." Dalam kapasitas seutuhnya, kebun ganja tersebut akan mempekerjakan 1.000 karyawan. Perusahaan Australia Medibis juga berencana untuk mendirikan fasilitas ganja senilai A$180 juta dekat Toowoomba di masa mendatang.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ekonom Sarankan PT DSI...
Ekonom Sarankan PT DSI Jadi Pengawas Ekspor SDA, Bukan Eksportir Tunggal
PT DSI Jadi Perantara...
PT DSI Jadi Perantara Tunggal Ekspor 3 Komoditas, Dony Oskaria: Hingga 31 Desember 2026
Dasco Bahas Tata Kelola...
Dasco Bahas Tata Kelola PT DSI Bersama Bahlil dan Kepala BP BUMN: Ada Beberapa Perlu Diperjelas
Prabowo Resmi Rilis...
Prabowo Resmi Rilis Aturan Ekspor 3 Komoditas Lewat Satu Pintu, Ini Ketentuannya
Rupiah Terkapar, Dampaknya...
Rupiah Terkapar, Dampaknya Mulai Terasa ke Sektor Industri Nasional
DSI Dinilai Bisa Perkuat...
DSI Dinilai Bisa Perkuat Ekspor dan Transparansi Tata Kelola SDA
Australia Sita 100.000...
Australia Sita 100.000 Kecoak Selundupan, Harganya Rp2,5 Miliar
Kemendikdasmen Gandeng...
Kemendikdasmen Gandeng Australia Ciptakan Sekolah Aman dan Nyaman
Negara Tetangga Indonesia...
Negara Tetangga Indonesia Ini dan Sekutunya Kembangkan Drone Bawah Laut
Rekomendasi
Eks Waka BGN Sony Sonjaya...
Eks Waka BGN Sony Sonjaya Ajukan JC, Sebut 20 Nama Besar Diduga Terlibat Korupsi
KPK Tahan 2 Tersangka...
KPK Tahan 2 Tersangka Kasus Kuota Haji
Meta Akui Chatbot AI...
Meta Akui Chatbot AI Menyebabkan Ribuan Akun Instagram Diretas
Berita Terkini
DPR Ingatkan Potensi...
DPR Ingatkan Potensi Moral Hazard Penambahan Layer Rokok Ilegal
Merger BUMN Karya Mundur...
Merger BUMN Karya Mundur ke Kuartal IV-2026, BP BUMN Ungkap Alasannya
Bank Mantap Serahkan...
Bank Mantap Serahkan Santunan kepada Ahli Waris Jenderal Purn Ryamizard Ryacudu
Heboh Kabar Direksi...
Heboh Kabar Direksi PLN Dirombak, Bos BP BUMN Buka Suara
BPDP, Ditjenbun dan...
BPDP, Ditjenbun dan AKPY Latih 122 Pekebun Sawit OKI Tingkatkan Kualitas Panen
24 Negara Pembeli Minyak...
24 Negara Pembeli Minyak Terbesar AS, Cek Posisi Indonesia
Infografis
Ranking FIFA Terbaru:...
Ranking FIFA Terbaru: Argentina Gusur Spanyol di Puncak, Indonesia Meroket 4 Tingkat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved