Awas! Serangan Pemeras Digital Masih Mengancam Kalangan UMKM ASEAN
Senin, 19 April 2021 - 21:27 WIB
loading...
Foto/Ilustrasi/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Ada kabar menggembirakan buat pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di kawasan ASEAN . Sepanjang 2020 serangan ransomware atau sejenis perangkat lunak susupan yang menyerang jaringan komputer UMKM di Asia Tenggara mengalami penurunan.
Meskipun serangan ransomware berkurang, namun dunia usaha dan UMKM disarankan tetap berhati-hati dan meningkatkan kewaspadaan. Pasalnya, serangan ransomware yang biasanya dilakukan oleh para pencuri data kini bermetamorfosis menjadi pemeras digital. Ketika ransomware itu sudah "membajak" data-data perusahaan, maka para pemeras digital itu meminta tebusan dengan ancaman memblokir atau mempublikasikan data-data tadi.
( Baca juga:Wapres Minta E-Commerce Bantu UMKM Syariah Jualan Online )
Berdasarkan laporan Kapersky, perusahaan global cybersecurity yang berdiri sejak tahun 1997, di tahun lalu kurang dari satu juta upaya ransomware (804.513) yang terpantau. Jumlah itu menurun signifikan jika dibandingkan tahun 2019 yang mendeteksi lebih dari 1,9 juta upaya ransomware.
Di antara enam negara Asia Tenggara, hanya Singapura yang menunjukkan peningkatan jumlah deteksi ransomware. Ada sedikit peningkatan dari 2.275 instans pada 2019 yang melonjak menjadi 3.191 pada 2020.
Meskipun serangan ransomware berkurang, namun dunia usaha dan UMKM disarankan tetap berhati-hati dan meningkatkan kewaspadaan. Pasalnya, serangan ransomware yang biasanya dilakukan oleh para pencuri data kini bermetamorfosis menjadi pemeras digital. Ketika ransomware itu sudah "membajak" data-data perusahaan, maka para pemeras digital itu meminta tebusan dengan ancaman memblokir atau mempublikasikan data-data tadi.
( Baca juga:Wapres Minta E-Commerce Bantu UMKM Syariah Jualan Online )
Berdasarkan laporan Kapersky, perusahaan global cybersecurity yang berdiri sejak tahun 1997, di tahun lalu kurang dari satu juta upaya ransomware (804.513) yang terpantau. Jumlah itu menurun signifikan jika dibandingkan tahun 2019 yang mendeteksi lebih dari 1,9 juta upaya ransomware.
Di antara enam negara Asia Tenggara, hanya Singapura yang menunjukkan peningkatan jumlah deteksi ransomware. Ada sedikit peningkatan dari 2.275 instans pada 2019 yang melonjak menjadi 3.191 pada 2020.
Lihat Juga :