Butuh SDM Unggul, Kementerian PUPR Buka Program Magister Super Spesialis

Selasa, 20 April 2021 - 14:30 WIB
loading...
Butuh SDM Unggul, Kementerian...
Kementerian PUPR terus mencari tenaga handal dalam rangka membangun infrastruktur nasional. Foto/Ilustrasi
A A A
JAKARTA - Indonesia terus melaksanakan pembangunan infrastruktur secara masif dalam rangka mengejar daya saing infrastruktur di kancah global. Untuk itu, sumber daya manusia (SDM) konstruksi yang ahli, kompeten, terampil, dan dinamis amat dibutuhkan.

Menjawab kebutuhan tersebut, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) kembali membuka rekrutmen Program Magister Super Spesialis.

Baca Juga: Kementerian PUPR Sudah Belanja Rp24,2 Triliun di Kuartal I/2021

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan selama ini Kementerian PUPR telah banyak membangun infrastruktur yang disertai dengan berbagai macam permasalahan konstruksi di dalamnya. Akan sangat disayangkan jika hal-hal tersebut terlewat ilmunya karena masalah-masalah infrastruktur di Indonesia memerlukan penanganan dengan teknologi yang berbeda-beda.

"Untuk itu kami merancang Program Master Super Spesialis bersama para ahli, karena Kementerian PUPR saat ini membutuhkan SDM konstruksi spesialis, bukan generalis. Dengan adanya Program Master Super Spesialis ini saya harap Kementerian PUPR semakin kuat," kata Menteri Basuki di Jakarta, Selasa (20/4/2021).

Pada tahun 2021 ini Kementerian PUPR membuka rekrutmen Program Magister Super Spesialis Angkatan II yang diperuntukkan bagi PNS Kementerian PUPR dan pegawai BUMN Konstruksi dan Konsultan. Rekrutmen diawali dengan penyelenggaraan webinar sosialisasi oleh Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) yang diikuti 420 peserta pada Senin (19/4).

Kepala BPSDM Sugiyartanto mengatakan saat ini baru 21,07% PNS Kementerian PUPR yang telah memiliki tingkat pendidikan Magister, ini tidak sebanding dengan desakan pembangunan infrastruktur yang menjadi tugas utama Kementerian PUPR.

"Pekerjaan infrastruktur di Indonesia tidak sedikit dan tidak mudah, dibutuhkan SDM kompeten. Untuk Itu, kami mengajak Anda untuk berkompetisi mendapatkan beasiswa program Magister Super Spesialis ini. Apabila nanti Anda semua berkesempatan untuk mendapatkan pendidikan ini, kami harap semuanya dapat memanfaatkannya untuk mengembangkan skill dan pengetahuan serta bertransformasi menjadi ahli yang spesifik guna mewujudkan visi 2030," ucap Sugiyartanto.

Baca Juga: Penelitian Sebut Orang yang Sudah Vaksin Mudah Tertular Mutasi COVID-19

Program Master Super Spesialis ini merupakan program spesialis strata dua (S2) yang dilaksanakan selama 18 bulan. Kurikulum terdiri dari 25% - 40% teori di kelas pada semester pertama dan 60% - 75% praktik serta magang di lapangan pada semester dua dan tiga.
Program ini terdiri dari 11 program studi (prodi) yang dilaksanakan bersama empat perguruan tinggi negeri (PTN) yakni Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Gadjah Mada (UGM), Institut Sepuluh Nopember (ITS) dan Universitas Diponegoro (Undip).

Pada tahun ajaran 2020-2021 program ini diikuti oleh 160 mahasiswa yang terdiri dari 136 orang PNS PUPR dan 24 orang utusan BUMN Karya yakni Adhi Karya, Waskita Karya, Hutama Karya, Nindya Karya dan Brantas Abipraya.

Ke depannya tidak hanya program studi keteknikan yang akan menjadi prioritas super spesialis. Kementerian PUPR juga akan menjajaki kerja sama dengan program studi non-teknik karena dalam membangun infrastruktur semua lini dari hulu ke hilir harus berkualitas dan andal.
(fai)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Anggaran Sekolah Rakyat...
Anggaran Sekolah Rakyat di Jember Tembus Rp221 Miliar, Punya Lapangan Bola Standar FIFA
Ecosperity Week 2026...
Ecosperity Week 2026 di Singapura, Menko AHY Ungkap Kunci Ketahanan dan Infrastruktur Berkelanjutan Asia
Perang Picu Ketidakpastian,...
Perang Picu Ketidakpastian, Investor Wait and See Garap Proyek Jalan Tol RI
Barata Indonesia Rampungkan...
Barata Indonesia Rampungkan Pembuatan Dua Pressure Vessel untuk Pupuk Sriwijaya
Program Prioritas Kementrans...
Program Prioritas Kementrans 2026 Fokus Tuntaskan Lahan Transmigran dan Perkuat SDM Unggul
Cetak SDM Unggul, Program...
Cetak SDM Unggul, Program Transmigrasi Patriot Kementrans Gandeng 10 PTN
Teladani KH. Wahab Hasbullah,...
Teladani KH. Wahab Hasbullah, Menag Dorong Pesantren Cetak Generasi Unggul
BPDP Buka Pendaftaran...
BPDP Buka Pendaftaran Beasiswa SDM Sawit 2026
Jalan Ambles di Lenteng...
Jalan Ambles di Lenteng Agung Mulai Diperbaiki, Box Culvert Dipasang Malam Ini
Rekomendasi
Liga Bintang Juara Hari...
Liga Bintang Juara Hari Kedua: 32 Tim Bertarung Rebut 16 Tiket ke Babak Utama Jakarta
Waka BGN Sony Sonjaya...
Waka BGN Sony Sonjaya Ajukan Justice Collaborator, Kejagung Bakal Periksa Pekan Depan
Kasus Erin Berbalik...
Kasus Erin Berbalik Arah? Bukti Psikologis Nur Disebut Untungkan Herawati
Berita Terkini
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan...
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan China, Ekspor Minyak Iran Merosot 80%
SIG Resmikan Fasilitas...
SIG Resmikan Fasilitas Ekspor Tuban, Bidik 450.000 Ton Semen ke AS
Penguatan IHSG dan Rupiah...
Penguatan IHSG dan Rupiah Berlanjut, Pasar Respons Positif Kepastian Posisi Menkeu
Perdana, Danantara Terbitkan...
Perdana, Danantara Terbitkan Obligasi Global Senilai USD1,5 Miliar
Sucofindo Gelar ENSIA...
Sucofindo Gelar ENSIA 2026, Dorong Inovasi Berkelanjutan
Kajian 13 Proyek Hilirisasi...
Kajian 13 Proyek Hilirisasi Rampung Juli, Nilainya Ditaksir Capai Rp239 Triliun
Infografis
Kaleidoskop 2025: 6...
Kaleidoskop 2025: 6 Program Utama Pemerintahan Prabowo-Gibran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved