Kementerian PUPR Sudah Belanja Rp24,2 Triliun di Kuartal I/2021

loading...
Kementerian PUPR Sudah Belanja Rp24,2 Triliun di Kuartal I/2021
Ilustrasi jalan tol. Foto/Dok Antara
JAKARTA - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mengapresiasi Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) atas realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang sudah dibelanjakan. Mengingat, realisasi ini mengalami kenaikan di bandingkan tahun lalu.

Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kemenkeu, Luky Alfirman mengatakan, pada kuartal I/2021 realisasi penyerapan anggaran Kementerian PUPR mencapai Rp24,2 triliun. Angka ini setara 16,2% dari target tahun ini.

“Kami sangat mengapresiasi kinerja penyerapan belanja modal dari Kementerian PUPR yang sampai dengan Maret 2021 telah mencapai Rp24,2 triliun atau 16,2% dari target secara keseluruhan,” ujarnya dalam acara penandatanganan proyek KPBU Jalintim Riau, Senin (12/4/2021).

Baca juga: Kemenkeu Sebut APBN Masih Menantang

Sementara itu, pada tahun lalu penyerapan anggaran Kementerian PUPR hanya sebesar Rp9,6 triliun saja hingga kuartal I-2021. Angka tersebut setara dengan 12,7% dari target yang ditetapkan. “Ini harus dicatat karena dibandingkan dengan tahun lalu, penyerapan PUPR itu hanya mencapai 9,6 triliun atau 12,7%,” jelasnya.



Menurut Luky, realisasi anggaran ini sangat penting karena bisa mendongkrak perekonomian negara di tengah pandemi Covid-19. Tak hanya itu, realisasi anggaran ini juga bisa menciptakan lapangan pekerjaan lewat pembangunan infrastruktur. Menunjuk pada pentingnya kegiatan konstruksi pada masa pemulihan ekonomi seperti saat ini. Selain konstruksi KPBU yang tidak memerlukan belanja APBN.

Sebagaimana diketahui, proyek jalan baik tol maupun non tol merupakan salah satu proyek infrastruktur yang banyak memberikan manfaat ekonomi khususnya membuka lapangan kerja.

Baca juga: Pangeran Abu Dhabi Jadi Nama Tol di Jakarta, Roy Suryo: Lebih Bangga Gunakan Nama Putra Bangsa

Manfaat ekonomi dalam jangka menengah panjang penggunaan jalan akan berpengaruh pada perkembangan wilayah dan peningkatan ekonomi serta peningkatan mobilitas dan aksesbilitas masyarakat dan juga barang atau logistik.

“Kami sangat mengapresiasi kerja keras Kementerian PUPR atas kinerja belanja modal yang secara kongkrit dan ril akan menggerakan perekonomian menciptakan lapangan pekerjaan," pungkasnya.
(ind)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top