Kasus Covid-19 Global Nanjak, Rupiah Masih Bisa Perkasa

Rabu, 21 April 2021 - 09:46 WIB
loading...
Kasus Covid-19 Global...
Ilustrasi uang rupiah dan dolar. Foto/Dok SINDOphoto/Yorri Farli
A A A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) diprediksi akan menguat. Di sisi lain, naiknya kasus Covid-19 di dunia bisa memicu kekhawatiran pasar terhadap aset berisiko dan bisa menahan laju penguatan rupiah.

Pengamat Pasar Keuangan Ariston Tjendra mengatakan, pemulihan ekonomi Indonesia yang belum stabil juga bisa menjadi salah satu faktor penekan rupiah. Dia mengungkapkan, belum semua indikator ekonomi menunjukkan perbaikan seperti data penjualan ritel yang masih turun. Padahal, konsumsi ini yang penopang utama pertumbuhan ekonomi.

Baca juga: Terdepresiasi 3,42 Persen, Rupiah Lebih Lesu dari Baht Thailand

"Rupiah mungkin bisa menguat kembali ke arah 14.460 dengan potensi resisten di kisaran 14.550," kata Ariston di Jakarta, Rabu (21/4/2031).

Selain itu, sambung dia, yield obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun kembali terkoreksi ke bawah 1,60% pada perdagangan kemarin. Yield berhasil menyentuh kisaran 1,55%.

Baca juga: Iran: Pasukan AS di Irak Akan Terus Jadi Target Hingga Ditarik Pulang

Faktor ini, kata dia, bisa mendukung penguatan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS, ditambah ekspektasi positif terhadap pemulihan ekonomi global maupun di Indonesia sendiri karena membaiknya data-data ekonomi. "Di internal beberapa indikator seperti aktifitas manufaktur, tingkat keyakinan konsumen, neraca perdagangan, sudah menunjukkan perbaikan," tandasnya.
(ind)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Rupiah Hari Ini Berakhir...
Rupiah Hari Ini Berakhir Merayap ke Rp18.036 per Dolar AS, Berikut Sebabnya
Rupiah Ambruk Tembus...
Rupiah Ambruk Tembus Rp18.000 per Dolar AS, Pengusaha Ritel Sport Jantung
Rupiah Amburadul Rp18...
Rupiah Amburadul Rp18 Ribu, Produk Rumah Tangga Unilever Bakal Naik Harga di Kuartal II 2026
Rupiah Terkapar, Dampaknya...
Rupiah Terkapar, Dampaknya Mulai Terasa ke Sektor Industri Nasional
Purbaya Tepis Isu Mundur...
Purbaya Tepis Isu Mundur dari Kursi Menkeu di Tengah Kejatuhan Rupiah Rp18.039
BI Respons Rupiah Tembus...
BI Respons Rupiah Tembus Rp18.000, Samakan Nasib dengan Tetangga RI
Rupiah Tembus Rp18.000...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dolar AS, Nana Mirdad hingga Maia Estianty Ikut Resah
Rupiah Terlemah Sepanjang...
Rupiah Terlemah Sepanjang Sejarah
Rupiah, IHSG, dan Krisis...
Rupiah, IHSG, dan Krisis Kepercayaan
Rekomendasi
Iran Sebut Pangkalan...
Iran Sebut Pangkalan AS Target Sah dan Sumber Kekacauan Timur Tengah
DPR Minta KAI Bereskan...
DPR Minta KAI Bereskan Dulu Konektivitas Sebelum Bangun Jalur Kereta Aceh-Lampung
Dua Truk Towing Masuk...
Dua Truk Towing Masuk Rumah Silmy Karim saat KPK Lakukan Penggeledahan
Berita Terkini
Perkuat Daya Saing Industri...
Perkuat Daya Saing Industri Wellness dan Beauty Nasional Mendunia, BRI Dukung BWB Expo 2026 di Bali
Menkeu Purbaya Tegaskan...
Menkeu Purbaya Tegaskan Fiskal Bukan Tumbal Agar Ekonomi RI Tumbuh Cepat
Bunga Mulai 1,75%! BRI...
Bunga Mulai 1,75%! BRI KPR Hadirkan Solusi Paling Ringan untuk Miliki Rumah Impian
Danantara Bantah Isu...
Danantara Bantah Isu Pemilik Tabungan Rp3 Miliar Wajib Beli Patriot Bond
Pertamina Akselerasi...
Pertamina Akselerasi Transisi Energi Melalui Program Dekarbonisasi dan Bisnis Rendah Karbon
IFG Life Beri Proteksi...
IFG Life Beri Proteksi 10 Ribu Pelari di Ajang Yellow Run 2026
Infografis
5 Cara Mencegah Lonjakan...
5 Cara Mencegah Lonjakan Covid-19 di Momen Libur Nataru
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved