Ini Kunci Syailendra Balance Opportunity Fund Cetak Yield Keren di Tengah Volatilitas

Rabu, 21 April 2021 - 10:26 WIB
loading...
Ini Kunci Syailendra...
Di reksadana campuran, investor sudah mendapatkan diversifikasi ke dalam tiga jenis instrumen di dalam satu produk. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Saham merupakan portofolio investasi dengan volatilitas amat tinggi. Beberapa hari ini volatilitas amat terasa. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sempat terkoreksi, mendekati level 5,800 di April 2021.

Salah satu penyebabnya, sentimen negatif investor global terkait ekspektasi inflasi Amerika Serikat (AS) yang melebihi perkiraan. Namun pada Kamis (15/4) kemarin, IHSG terus menguat.

Baca Juga: Yield Tekuk Benchmark, Dana Kelolaan Syailendra Capital Masuk 10 Besar dan Sabet Award

Kamis kemarin IHSG menguat 0,48% atau 29,22 poin ke level 6.079,5. Di tengah fluktuasi pasar, perlu fleksibilitas dalam melakukan diversifikasi. Di sinilah keunggulan reksadana campuran alias balance fund.

Dalam investasi reksadana biasanya investor menyebar dana mereka ke beberapa jenis reksadana yang berbeda. Tujuannya agar imbal hasil investasi stabil. Namun di reksadana campuran, investor sudah mendapatkan diversifikasi ke dalam tiga jenis instrumen di dalam satu produk.

Semuanya sudah diatur oleh manajer investasi. Jadi, reksa dana campuran merupakan opsi diversifikasi yang lebih praktis buat investor.

Fleksibilitas ini berbeda dengan jenis reksadana lain. Yang memiliki ketentuan minimum untuk berinvestasi pada instrumen sesuai dengan jenis reksadananya. Akibatnya fleksibilitas manajer investasi menjadi berkurang dan jadi salah satu penyebab mengapa banyak reksa dana sulit mengalahkan index.

Dalam menyikapi volatilitas pasar manajer investasi melihat adanya kebutuhan diversifikasi aset, sehingga investor dapat terlindungi ketika terjadi volatilitas yang tinggi pada pasar saham.

“Kami melakukan simulasi portfolio yang terdiversifikasi selama sepuluh tahun terakhir. Diversifikasi kelas aset terbukti memberikan kinerja yang lebih baik dibanding investasi pada saham (LQ45). Terlepas dari besar porsi yang dialokasikan pada ekuitas, obligasi, dan pasar uang, ketiga skenario memberikan kinerja di atas indeks saham maupun deposito,” terang Presiden DirekturSyailendraCapital,FajarRHidayat.

Dengan kejelian tersebut, reksadana campuran Syailendra mencetak hasil berkilau. Tengok saja Syailendra BalanceOpportunity Fund. Per 16 April 2021 kemarin, yield 3 bulan reksadana ini mencapai 17,7% dan enam bulan mencapai 17,58%.

Yield setahun terakhir memang agak menurun sekitar 6,92%. Tapi masih lebih bagus dibandingkan reksadana lain yang minus. Jika sejak diterbitkan, reksadana ini mencetak yield 166,2%.

Syailendra Balance Opportunity Fund menempatkan portofolio di saham sebanyak 71,7%. Sisanya di korporate bond 13,3% dan pasar uang sebanyak 15%.

Ya, Reksadana campuran memiliki alokasi seimbang pada setiap instrumen baik itu saham, obligasi, maupun pasar uang.Walhasil, manajer investasi bisa leluasa mengatur alokasi instrumen dengan lebih fleksibel.

Misalnya ketika pasar saham sedang bullish, maka sebagian besar dana akan ditempatkan ke saham atau obligasi, Dan sebaliknya.

Dengan fleksibilitas yang bisa dilakukan oleh manajer investasi pada reksa dana campuran, maka MI bisa mengatur strategi yang lebih fleksibel agar performa reksa dana bisa mengalahkan index acuan. Artinya, MI bisa mengubah strategi alokasi instrumen dengan aktif sesuai perkembangan pasar.

Ya, reksa dana campuran bisa menjadi salah satu pilihan bagi investor. Manajer investasi leluasa memindahkan alokasi ke kelas aset berbeda sesuai dengan situasi pasar. Reksadana campuran dapat berinvestasi pada efek ekuitas dan/atau efek Utang dengan proporsi di saham (10% - 75%), obligasi (10% - 75%) dan pasar uang (2% - 75%).

Baca Juga: Saham Apa Reksadana? Mana yang Cocok Buat Anda

Keleluasaan reksadana campuran tidak dimiliki reksadana jenis lain yang memiliki ketentuan minimum untuk berinvestasi pada instrumen sesuai dengan jenis reksadananya. Akibatnya fleksibilitas manajer investasi menjadi berkurang dan salah satu penyebab mengapa banyak reksadana sulit mengalahkan indeks.

Berbeda dengan reksadana campuran dengan fleksibilitasnya mampu menahan dari kejatuhan imbal hasil saat portofolio sedang bearish. Sebaliknya hasil menjulang tinggi sat portofolio sedang bullish. Itu sudah terbukti terjadi pada Syailendra Balance Opportunity Fund yang mencatat hasil gemilang.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
IHSG Hari Ini Ditutup...
IHSG Hari Ini Ditutup Merosot 0,25% ke 6.101, Diwarnai Pelemahan 398 Saham
IHSG Hari Ini Berakhir...
IHSG Hari Ini Berakhir Ambles ke 6.116, Transaksi Cetak Rp13,4 Triliun
MNC Sekuritas dan BRI...
MNC Sekuritas dan BRI Manajemen Investasi Ajak Investor Raih Reward Reksa Dana Total Rp2,5 Juta
Menakar Efek di Balik...
Menakar Efek di Balik Isu Pergantian Menkeu, Awas! Ganggu Kepercayaan Publik dan Investor
Free Float 15% Bakal...
Free Float 15% Bakal Kerek Daya Tarik Perusahaan di Mata Investor, Begini Kata BEI
MNC Sekuritas Bekali...
MNC Sekuritas Bekali Mahasiswa UPJ Edukasi Pasar Modal dalam Acara Jaya Investment Week 2026
Pertumbuhan 5,6%, tetapi...
Pertumbuhan 5,6%, tetapi Mengapa Investor Masih Gelisah?
Fenomena Rupiah Melemah...
Fenomena Rupiah Melemah dan Dilema Impossible Trinity: Membaca Kepanikan Investor di Tengah Ketidakpastian Global
Kota Bontang Buktikan...
Kota Bontang Buktikan Daya Tarik Investasi, Sinyal Positif bagi Investor Baru
Rekomendasi
Menteri Zionis: AS Akan...
Menteri Zionis: AS Akan Segera Berada di Jalur Bentrokan dengan Israel
Ketat! Hanya 17 Sekolah...
Ketat! Hanya 17 Sekolah dari Depok yang Lolos ke Babak Jakarta Liga Bintang Juara GTV
Gus Yaqut Sakit, KPK...
Gus Yaqut Sakit, KPK Bantarkan Penahanannya ke RS Polri Kramatjati
Berita Terkini
ONDA Bidik Kebutuhan...
ONDA Bidik Kebutuhan Renovasi Rumah dengan Sistem Terintegrasi
Usai Perang dengan Iran,...
Usai Perang dengan Iran, Trump Janji Ekonomi AS Segera Bangkit
Gandeng Mitra Global,...
Gandeng Mitra Global, PT WCS Dorong Ekosistem Pertanian Berbasis Digital
Telkom Catat Pendapatan...
Telkom Catat Pendapatan Rp146,7 Triliun, DPR Minta Soliditas Dijaga
Kemenkop dan Rumah Energi...
Kemenkop dan Rumah Energi Dorong Koperasi Jadi Motor Transisi Energi
Plaza Seremoni IKN Karya...
Plaza Seremoni IKN Karya Brantas Abipraya Raih Penghargaan Lanskap Internasional MLAA 2026
Infografis
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Libya Cuma Rp427 per Liter
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved