Presiden Senang, Panen Raya Padi di Indramayu Hasilnya Memuaskan
Rabu, 21 April 2021 - 17:42 WIB
loading...
A
A
A
(Baca juga:Jokowi: Pemerintah Sebetulnya Tak Suka Impor Beras)
Lebih lanjut, SYL menuturkan, pihaknya memprioritaskan penanganan panen yang baik sehingga produksi padi yang dicapai optimal atau tidak mengalami losses (kehilangan) yang besar. Untuk itu, terkait luasan panen padi yang over, tapi terkendala tenaga kerja, segera disalurkan bantuan combine harvester sehingga tidak terjadi penundaan panen dan gabah yang dihasilkan bernilai jual tinggi.
“Di sini panennya terlalu over dan maksimal, tapi kadang-kadang tenaga kerjanya kurang. Akhirnya panen tertunda dan kadang-kadang berkendala. Karena itu sesuai perintah Pak Presiden kepada saya, kami kasih combine harvester yang bagus. Kita juga salurkan bantuan pompa dan traktor. Minimal Jumat minggu depan sudah sampai di sini,” tuturnya.
Perlu diketahui, Indramayu merupakan produsen beras nomor satu di Indonesia dengan luas baku sawah 122.920 ha dan produktivitas padi saat ini 6,07 ton per ha. Di 2020, luas panen padi Indramayu seluas 226.626 ha dengan produksi mencapai 1,37 juta ton gabah kering giling (GKG), setara 783.233 ton beras dan mengalami surplus sebesar 578.547 ton beras.
Potensi luas panen padi se-Indramayu pada April 2021 ini sebesar 55.953 ha dengan estimasi produksi 346.158 ton GKG dan potensi luas panen padi Mei 14.109 ha dengan estimasi produksi 76.276 ton GKG. Harga rata-rata gabah kering panen (GKP) Indramayu saat ini Rp4.200 per kg.
Stok gabah/beras di Bulog sebanyak 46.630 ton dari kapasitas gudang Indramayu sekitar 70.000 ton. Serap gabah Bulog sampai dengan 20 April telah mencapai 10.377 ton beras atau setara 18.088 ton GKG dari target 35.000 ton GKG.
Sementara itu, stok pupuk bersubsidi Indramayu sebanyak 19.737 ton. Alokasinya 92.095 ton dan sampai dengan 13 April sudah terealisasi sebanyak 37.465 ton atau 40,7% dari alokasi.
Lebih lanjut, SYL menuturkan, pihaknya memprioritaskan penanganan panen yang baik sehingga produksi padi yang dicapai optimal atau tidak mengalami losses (kehilangan) yang besar. Untuk itu, terkait luasan panen padi yang over, tapi terkendala tenaga kerja, segera disalurkan bantuan combine harvester sehingga tidak terjadi penundaan panen dan gabah yang dihasilkan bernilai jual tinggi.
“Di sini panennya terlalu over dan maksimal, tapi kadang-kadang tenaga kerjanya kurang. Akhirnya panen tertunda dan kadang-kadang berkendala. Karena itu sesuai perintah Pak Presiden kepada saya, kami kasih combine harvester yang bagus. Kita juga salurkan bantuan pompa dan traktor. Minimal Jumat minggu depan sudah sampai di sini,” tuturnya.
Perlu diketahui, Indramayu merupakan produsen beras nomor satu di Indonesia dengan luas baku sawah 122.920 ha dan produktivitas padi saat ini 6,07 ton per ha. Di 2020, luas panen padi Indramayu seluas 226.626 ha dengan produksi mencapai 1,37 juta ton gabah kering giling (GKG), setara 783.233 ton beras dan mengalami surplus sebesar 578.547 ton beras.
Potensi luas panen padi se-Indramayu pada April 2021 ini sebesar 55.953 ha dengan estimasi produksi 346.158 ton GKG dan potensi luas panen padi Mei 14.109 ha dengan estimasi produksi 76.276 ton GKG. Harga rata-rata gabah kering panen (GKP) Indramayu saat ini Rp4.200 per kg.
Stok gabah/beras di Bulog sebanyak 46.630 ton dari kapasitas gudang Indramayu sekitar 70.000 ton. Serap gabah Bulog sampai dengan 20 April telah mencapai 10.377 ton beras atau setara 18.088 ton GKG dari target 35.000 ton GKG.
Sementara itu, stok pupuk bersubsidi Indramayu sebanyak 19.737 ton. Alokasinya 92.095 ton dan sampai dengan 13 April sudah terealisasi sebanyak 37.465 ton atau 40,7% dari alokasi.
(dar)
Lihat Juga :