Rupiah Hari Ini Diprediksi Menguat ke Rp14.500-an
Kamis, 22 April 2021 - 09:08 WIB
loading...
Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) diprediksi menguat. Foto/Dok SINDOphoto/Yorri Farli
A
A
A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada hari ini diprediksi akan menguat. Sejumlah sentimen positif mendorong penguatan mata uang Garuda.
Pengamat Pasar Keuangan Ariston Tjendra mengatakan, sentimen aset berisiko terlihat membaik pagi ini. Indeks saham Eropa dan AS ditutup menguat pada perdagangan kemarin. "Pagi ini Indeks saham Jepang dan Korea juga terlihat menguat," ujarnya di Jakarta, Kamis (22/4/2021).
Baca juga: Gaya Kasual Maudy Ayunda Dipadu Tas dan Sepatu Harga Puluhan Juta Rupiah
Menurut dia, sentimen positif ini juga ditopang oleh turunnya yield obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun yang pagi ini berada di kisaran 1,53%. "Rupiah berpotensi menguat dengan kedua sentimen ini. Potensi penguatan ke arah 14.500, dengan potensi resisten di 14.550," ungkapnya.
Baca juga: Terdepresiasi 3,42 Persen, Rupiah Lebih Lesu dari Baht Thailand
Di sisi lain, imbuh dia, pasar masih tetap mewaspadai kemungkinan melonjaknya kasus baru Covid-19 yang bisa memberikan sentimen negatif ke pasar.
Pengamat Pasar Keuangan Ariston Tjendra mengatakan, sentimen aset berisiko terlihat membaik pagi ini. Indeks saham Eropa dan AS ditutup menguat pada perdagangan kemarin. "Pagi ini Indeks saham Jepang dan Korea juga terlihat menguat," ujarnya di Jakarta, Kamis (22/4/2021).
Baca juga: Gaya Kasual Maudy Ayunda Dipadu Tas dan Sepatu Harga Puluhan Juta Rupiah
Menurut dia, sentimen positif ini juga ditopang oleh turunnya yield obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun yang pagi ini berada di kisaran 1,53%. "Rupiah berpotensi menguat dengan kedua sentimen ini. Potensi penguatan ke arah 14.500, dengan potensi resisten di 14.550," ungkapnya.
Baca juga: Terdepresiasi 3,42 Persen, Rupiah Lebih Lesu dari Baht Thailand
Di sisi lain, imbuh dia, pasar masih tetap mewaspadai kemungkinan melonjaknya kasus baru Covid-19 yang bisa memberikan sentimen negatif ke pasar.
(ind)
Lihat Juga :