Pastikan Pangan Tetap Tersedia, Petani di Bima Percepat Tanam

Kamis, 21 Mei 2020 - 21:44 WIB
loading...
Pastikan Pangan Tetap...
Petani di Bima Nusa Tenggara Barat melakukan percepatan tanam. Foto/Dok.Kementerian Pertanian
A A A
JAKARTA - Demi memastikan ketersediaan pangan, para petani di Desa Karumbu, Kecamatan Langgudu, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat, melakukan percepatan tanam. Situasi pandemi Covid-19 tidak menyurutkan semangat petani untuk menanam.

Kegiatan tanam padi para petani di Desa Karumbu dilaksanakan dengan total sasaran tanam seluas 150 hektar (ha). Secara umum padi yang ditanam adalah varietas Mekongga, Ciherang, dan Inpari 32.

Menurut PPL Nuryani, kegiatan penanaman ini dilakukan memenuhi pangan masyarakat. "Selain itu juga sebagai upaya mendukung kegiatan Percepatan Tanam untuk Musim Tanam II (Periode April-Juli tahun 2020)," kata Nuryani, didampingi staf lapangan Sri Wahyuni, Kamis (21/5/2020).

Desa Karumbu berjarak sekitar 54 km dari Kota Bima dan menjadi salah satu desa pelaksana Program IPDMIP yang termasuk dalam kawasan Daerah Irigasi Diwu Sadundu. Pada tahun 2019, para petani yang berasal dari beberapa poktan di desa tersebut telah mengikuti kegiatan Sekolah Lapang (SL) yang difasilitasi Program IPDMIP.

Salah satu diantaranya adalah Poktan La U’a yang memiliki anggota sebanyak 54 orang dengan target tanam pada MT II 2020 ini seluas 17,30 ha. Baca: Kementan: Pandemi Tak Halangi Capaian Program Sikomandan

Berdasarkan data lapangan bahwa dari 54 petani anggota Poktan La U’a, 25 orang diantaranya merupakan alumni peserta kegiatan SL Program IPDMIP Tahun 2019, dimana sekitar 24% petani alumni SL tersebut telah menerapkan teknologi Jarwo di lahan usaha taninya.

Selain dikawal oleh PPL dan Staf Lapangan, kegiatan ini juga dipantau langsung oleh Kepala Desa Karumbu Murthalib M. Said. Menurut Kades, pemantauan ini dimaksudkan untuk mengetahui sejauh mana kegiatan penanaman yang dilaksanakan oleh para petani.

"Sehingga Pemerintahan Desa dapat memprediksi kondisi stok pangan masyarakat untuk beberapa bulan ke depan, lebih-lebih dalam menghadapi kemungkinan terus merebaknya wabah Covid-19," papar Murthalib.

Selain itu, Kades juga ingin melihat secara langsung tingkat penerapan teknologi oleh para petani alumni SL Program IPDMIP di desanya. Karena menurut pantauan Pemerntahan Desa bahwa sejak diperkenalkannya teknologi Jajar Legowo yang difasilitasi melaui Program IPDMIP, banyak manfaat yang dirasakan oleh warganya.

"Terutama dari aspek produktivitas yang rata-rata mengalami peningkatan hingga 15,9% bila dibandingkan dengan usaha tani konvensional yang digeluti para petaninya selama ini. Selain itu, melalui Program IPDMIP, pemerintah Desa juga memperoleh dukungan yang kuat dari berbagai pihak terkait, khususnya dari Dinas Pertanian dan Perkebunan, PUPR dan Bappeda," katanya.

Dukungan itu baik dalam bentuk sinergitas antar lembaga maupun bimbingan teknis petugas lapangan dari masing-masing Instansi tersebut. Termasuk dalam mengedukasi para petani terkait dengan protap standar dalam beraktifitas di situasi pandemi Covid-19 saat ini.

Untuk itu, Murthalib M.Said, atas nama masyarakat dan Pemerintahan Desa Karumbu menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah, baik Pemerintah Kabupaten Bima maupun Kementerian Pertanian, PUPR dan Kemendagri yang telah mempercayakan Desa Karumbu sebagai salah satu Desa pelaksana kegiatan IPDMIP.

"Semoga program pembelajaran masyarakat seperti IPDMIP ini ke depannya terus memperoleh dukungan untuk dapat tetap eksis dilaksanakan," katanya.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPDMP) Kementerian Pertanian, Dedi Nursyamsi, mengatakan percepatan tanam adalah kunci untuk menjaga ketahanan pangan.

"Dalam kondisi seperti ini, lakukan percepatan tanam. Semua harus turun ke lapangan, petani harus tanam, penyuluh juga harus tanam. Kalau kita sudah tanam, pangan sudah digenggaman. Itu adalah kunci ketahanan pangan," tutur Dedi dalam keterangan resmi di Jakarta, Kamis (21/5/2020).

Sementara. Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo menegaskan jika dalam kondisi pandemi Covid-19 ini, Indonesia harus berdiri dengan kemampuannya sendiri.

"Kita canangkan Gerakan Ketahanan Pangan Nasional. Kita ingin produktivitas ditingkatkan untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakat. Sebab dalam kondisi ini kita tidak bisa mengimpor dari negara lain. Kita harus berdiri dengan kaki kita sendiri. Kita harus maksimalkan hasil panen untuk memenuhi kebutuhan pangan," katanya.
(bon)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
MANU dan Universitas...
MANU dan Universitas Jember Kolaborasi Perkuat Pengembangan SDM Pertanian
Bangun Pertanian di...
Bangun Pertanian di Papua, Pemerintah Gelontorkan Rp5 Triliun
10 Negara Produsen Pertanian...
10 Negara Produsen Pertanian Terbesar di Dunia, Indonesia Urutan Berapa?
Teknologi Fungisida...
Teknologi Fungisida Baru Syngenta Dukung Target Swasembada Beras
FAO Ingatkan Risiko...
FAO Ingatkan Risiko Krisis Pangan Global, Indonesia Siap Ambil Peran Pemasok Pangan Dunia
Dukung Arah Ekonomi...
Dukung Arah Ekonomi Prabowo, Elemen Masyarakat Minta Distribusi Pangan Diperbaiki
Mahasiswa Indonesia-Thailand...
Mahasiswa Indonesia-Thailand Pelajari Rantai Pasok Kopi Jawa Lewat Short Course UNEJ
Angkat Pangan dan Nutrisi,...
Angkat Pangan dan Nutrisi, Peneliti Indonesia Masuk Daftar Asian Scientist 100
FAO Peringatkan Penutupan...
FAO Peringatkan Penutupan Selat Hormuz Bisa Picu Krisis Harga Pangan Global dalam Setahun
Rekomendasi
Daya Tarik Menarik Thailand:...
Daya Tarik Menarik Thailand: Eksplorasi Kota Bangkok dan Keindahan Pesisir Pattaya
5 Alasan See You at...
5 Alasan See You at Work Tomorrow Jadi Drakor Romansa Kantor yang Dinantikan
Komunikasi Terbuka Jadi...
Komunikasi Terbuka Jadi Kunci Hubungan yang Lebih Sehat
Berita Terkini
OJK Rilis Daftar Direksi...
OJK Rilis Daftar Direksi BEI Baru, Ada 7 Direktur Terpilih
APKB Dorong Penyempurnaan...
APKB Dorong Penyempurnaan Regulasi Kawasan Berikat: Menjaga Daya Saing Industri dan Investasi
PLN EPI Tuntaskan Hot...
PLN EPI Tuntaskan Hot Tap WNTS-Pemping, Gas Natuna Siap Mengalir ke Dalam Negeri
Harga Batu Bara buat...
Harga Batu Bara buat PLN Bakal Naik, Begini Penjelasan Bahlil
Bekasi Fajar Cetak Laba...
Bekasi Fajar Cetak Laba Rp30 Miliar, Targetkan Penjualan Lahan Rp600 Miliar
Pertamina Masuk Fortune...
Pertamina Masuk Fortune Southeast Asia 500, Cermin Kekuatan Ekonomi Nasional di Mata Dunia
Infografis
7 Negara dengan Produksi...
7 Negara dengan Produksi Tank Tempur Terbanyak di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved