Hannover Messe 2021 Jadi Ajang Pamer Inovasi Digital
Selasa, 27 April 2021 - 19:30 WIB
loading...
A
A
A
Dirjen KPAII meyakini, dengan keberhasilan penyelenggaraan Hannover Messe 2021 Digital Edition tersebut, akanterjadi peningkatan kerja sama, kesepakatan bisnis, investasi, ekspor, dan transfer teknologi. Peluang ini yang dapat mendorong percepatan dalam upaya pemulihan ekonomi nasional akibat imbas pandemi Covid-19. “Oleh karena itu, kolaborasi dengan berbagai pihak menjadi sangat penting untuk dilakukan. Sebab, ini menjadi momentum penting untuk memacu branding nasional sekaligus dapat mendorong peningkatan kapabilitas sektor manufaktur kita,” paparnya.
Hal itu selaras dengan tema utama yang diusung Hannover Messe 2021 Digital Edition, yakni "Industrial Transformation". Secara khusus, Indonesia melengkapinya dengan subtema "Making Indonesia 4.0". Adapun tagline yang diangkat pada Hannover Messe tahun ini adalah "Connect to Accelerate".
“Indonesia menampilkan sebanyak 156 peserta dari berbagai sektor industri yang menunjukkan potensi luar biasa mereka, terutama dari tujuh sektor prioritas dalam Making Indonesia 4.0, yakni industri elektronik, kimia, makanan dan minuman, otomotif, tekstil dan garmen, farmasi,serta alat kesehatan, dengan skala industri besar, menengah dan juga startup,” urainya.
Baca Juga: Begini Penampakan Munarman saat Ditangkap Tim Densus 88
156 perusahaan tersebut tersebar ke dalam enam kategori yang ditampilkan, yaitu 15 perusahaan dalam kategori Automation, Motion & Drives, kemudian 55 perusahaan dalam kategori Digital Ecosystem, 13 perusahaan kategori Energy Solutions, 20 perusahaan kategori Engineered Parts & Solutions,38 perusahaan kategori Global Business & Market, dan 15 perusahaan kategori New Work.
Hal itu selaras dengan tema utama yang diusung Hannover Messe 2021 Digital Edition, yakni "Industrial Transformation". Secara khusus, Indonesia melengkapinya dengan subtema "Making Indonesia 4.0". Adapun tagline yang diangkat pada Hannover Messe tahun ini adalah "Connect to Accelerate".
“Indonesia menampilkan sebanyak 156 peserta dari berbagai sektor industri yang menunjukkan potensi luar biasa mereka, terutama dari tujuh sektor prioritas dalam Making Indonesia 4.0, yakni industri elektronik, kimia, makanan dan minuman, otomotif, tekstil dan garmen, farmasi,serta alat kesehatan, dengan skala industri besar, menengah dan juga startup,” urainya.
Baca Juga: Begini Penampakan Munarman saat Ditangkap Tim Densus 88
156 perusahaan tersebut tersebar ke dalam enam kategori yang ditampilkan, yaitu 15 perusahaan dalam kategori Automation, Motion & Drives, kemudian 55 perusahaan dalam kategori Digital Ecosystem, 13 perusahaan kategori Energy Solutions, 20 perusahaan kategori Engineered Parts & Solutions,38 perusahaan kategori Global Business & Market, dan 15 perusahaan kategori New Work.
(nng)
Lihat Juga :