Ternyata, Erick dan Anies Punya Mimpi yang Sama Soal Sunda Kelapa
Rabu, 28 April 2021 - 21:45 WIB
loading...
Kawasan Sunda Kelapa. Foto/Dok SINDOnews/Isra Triansyah
A
A
A
JAKARTA - Menteri BUMN Erick Thohir membeberkan mimpi besar Pemerintah Pusat dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta perihal revitalisasi Sunda Kelapa. Targetnya, kawasan pesisir Jakarta itu bisa menjadi lokasi berlabuhnya kapal-kapal pesiar.
"Kita punya mimpi bersama dengan Pak Gubernur (Anies Baswedan) bagaimana Sunda Kelapa bisa kembali bersandar Kapal Cruise (pesiar) yang bisa representatif seperti yang kami sedang bangun di Bali ataupun Labuan Bajo," ujar Erick, Rabu (28/4/2021).
Kementerian BUMN melalui badan usaha memang menjadi fasilitator dan kontraktor sejumlah Proyek Strategi Nasional (PSN). Misalnya proyek pembangunan Kawasan Ekonomi Khusus di Bali dan Labuan Bajo. Erick menyebut, jika pembangunan daerah lain bisa dilakukan, maka Jakarta pun akan menjadi daerah yang diprioritaskan pemerintah pusat.
Baca juga: Bangun Kota Tua dan Sunda Kelapa, Erick dan Anies Bentuk Usaha Patungan
"Kalau kita bangun di Bali dan Labuan Bajo, kenapa Jakarta tidak. Karena itu fasilitas pendukungnya juga harus dilakukan. Saya, Pak Gubernur, dan seluruh Kementerian mendukung ide ini (revitalisasi Sunda Kelapa dan Kota Tua)," kata dia.
Kementerian BUMN melalui PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (Persero) atau Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) masuk dalam Joint Venture (JV). Joint Venture ini terdiri dari Experience Board atau PT Jakarta Tourisindo (JXB) dan PT Moda Integrasi Transportasi Jabodetabek (MITJ).
Kolaborasi tiga entitas ditandai dengan penandatanganan dokumen Perjanjian Pokok atau Head of Agreement (HoA). Langkah tersebut sekaligus bertujuan membangkitkan kawasan Kota Tua-Sunda Kelapa menjadi destinasi wisata kelas dunia.
Baca juga: Kota Tua dan Sunda Kelapa Bakal jadi Destinasi Wisata Dunia yang Ramah Pejalan Kaki
Pembentukan JV sebagai pengelola kawasan juga diharapkan menjadi angin segar bagi percepatan perkembangan kawasan Kota Tua - Sunda Kelapa sebagai destinasi wisata yang ramah pejalan kaki
Kementerian BUMN dan ITDC sendiri sudah melakukan beberapa kali pertemuan untuk keterlibatannya di dalam proyek tersebut. Erick menyebut, usai penandatanganan dokumen HoA, diharapkan mimpi bersama bisa terwujud.
Alhamdulillah kita juga sudah melakukan beberapa kali rapat dengan ITDC, tinggal nanti bagaimana dukungannya supaya mimpi ini menjadi kenyataan tidak hanya wawasan-wawasan yang hanya dikenang di kemudian hari. Insha Allah kita dukung penuh Pak Gubernur," tuturnya.
"Kita punya mimpi bersama dengan Pak Gubernur (Anies Baswedan) bagaimana Sunda Kelapa bisa kembali bersandar Kapal Cruise (pesiar) yang bisa representatif seperti yang kami sedang bangun di Bali ataupun Labuan Bajo," ujar Erick, Rabu (28/4/2021).
Kementerian BUMN melalui badan usaha memang menjadi fasilitator dan kontraktor sejumlah Proyek Strategi Nasional (PSN). Misalnya proyek pembangunan Kawasan Ekonomi Khusus di Bali dan Labuan Bajo. Erick menyebut, jika pembangunan daerah lain bisa dilakukan, maka Jakarta pun akan menjadi daerah yang diprioritaskan pemerintah pusat.
Baca juga: Bangun Kota Tua dan Sunda Kelapa, Erick dan Anies Bentuk Usaha Patungan
"Kalau kita bangun di Bali dan Labuan Bajo, kenapa Jakarta tidak. Karena itu fasilitas pendukungnya juga harus dilakukan. Saya, Pak Gubernur, dan seluruh Kementerian mendukung ide ini (revitalisasi Sunda Kelapa dan Kota Tua)," kata dia.
Kementerian BUMN melalui PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (Persero) atau Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) masuk dalam Joint Venture (JV). Joint Venture ini terdiri dari Experience Board atau PT Jakarta Tourisindo (JXB) dan PT Moda Integrasi Transportasi Jabodetabek (MITJ).
Kolaborasi tiga entitas ditandai dengan penandatanganan dokumen Perjanjian Pokok atau Head of Agreement (HoA). Langkah tersebut sekaligus bertujuan membangkitkan kawasan Kota Tua-Sunda Kelapa menjadi destinasi wisata kelas dunia.
Baca juga: Kota Tua dan Sunda Kelapa Bakal jadi Destinasi Wisata Dunia yang Ramah Pejalan Kaki
Pembentukan JV sebagai pengelola kawasan juga diharapkan menjadi angin segar bagi percepatan perkembangan kawasan Kota Tua - Sunda Kelapa sebagai destinasi wisata yang ramah pejalan kaki
Kementerian BUMN dan ITDC sendiri sudah melakukan beberapa kali pertemuan untuk keterlibatannya di dalam proyek tersebut. Erick menyebut, usai penandatanganan dokumen HoA, diharapkan mimpi bersama bisa terwujud.
Alhamdulillah kita juga sudah melakukan beberapa kali rapat dengan ITDC, tinggal nanti bagaimana dukungannya supaya mimpi ini menjadi kenyataan tidak hanya wawasan-wawasan yang hanya dikenang di kemudian hari. Insha Allah kita dukung penuh Pak Gubernur," tuturnya.
(ind)
Lihat Juga :