Dukung RUU EBT, Pertamina Siapkan 8 Inisiatif Strategis
Kamis, 29 April 2021 - 20:00 WIB
loading...
A
A
A
Keempat, Pertamina juga menjalankan inisiatif pemanfaatan green hydrogen dengan listrik di area geothermal yang total potensinya mencapai 8.600 KG per hari. Green Hydrogen akan dimulai di Pembangkit Geothermal Ulubelu untuk digunakan di pabrik Polypropylene Kilang Plaju. Kelima, berkolaborasi dengan BUMN lain yaitu Inalum, Antam dan juga PLN untuk melakukan pengembangan ekosistem dari EV Baterai dalam IBH. Yang akan bergerak dari mining sampai recycling.
Keenam, Pertamina mengoptimalkan pemanfaatan gas untuk kebutuhan transportasi, rumah tangga, dan industri di seluruh Indonesia. Saat ini, Pertamina telah mengembangkan infrastruktur gas yang terintegrasi dengan Floating Storage Refinery Unit (FSRU) dan lebih dari 10.000 km pipa gas di Indonesia dan merupakan saluran pipa terpanjang di Asia Tenggara. Selain itu, Pertamina juga memperkuat gasifikasi di kilang dan pembangkit, termasuk regasifikasi di Cilacap, Terminal Teluk Lamong, LNG Badak, dan 52 pembangkit lainnya. Untuk mendukung pembangkit listrik PLN, perusahaan akan mengonversi pembangkit listrik yang masih menggunakan diesel beralih menjadi gas.
Baca Juga: Dirjen EBTKE: Transisi Energi Pilihan Mutlak
Ketujuh, untuk pembangkit listrik, Pertamina juga terus meningkatkan pemanfaatan energi baru terbarukan melalui solar power plant di berbagai area operasi. Kedelapan, untuk pendekatan inklusif Circular Carbon Economy, Pertamina akan mengaplikasikan Carbon, Capture, Use and Storage atau CCUS pada beberapa lapangan migas untuk meningkatkan produksi. "Pertamina memiliki komitmen kuat pada pengembangan EBT. Dalam RJPP, Pertamina telah menetapkan target EBT yang tahun 2035 porsinya mencapai 30%. Dengan 8 inisiatif tersebut, kami yakin target dapat tercapai," pungkas Nicke
Keenam, Pertamina mengoptimalkan pemanfaatan gas untuk kebutuhan transportasi, rumah tangga, dan industri di seluruh Indonesia. Saat ini, Pertamina telah mengembangkan infrastruktur gas yang terintegrasi dengan Floating Storage Refinery Unit (FSRU) dan lebih dari 10.000 km pipa gas di Indonesia dan merupakan saluran pipa terpanjang di Asia Tenggara. Selain itu, Pertamina juga memperkuat gasifikasi di kilang dan pembangkit, termasuk regasifikasi di Cilacap, Terminal Teluk Lamong, LNG Badak, dan 52 pembangkit lainnya. Untuk mendukung pembangkit listrik PLN, perusahaan akan mengonversi pembangkit listrik yang masih menggunakan diesel beralih menjadi gas.
Baca Juga: Dirjen EBTKE: Transisi Energi Pilihan Mutlak
Ketujuh, untuk pembangkit listrik, Pertamina juga terus meningkatkan pemanfaatan energi baru terbarukan melalui solar power plant di berbagai area operasi. Kedelapan, untuk pendekatan inklusif Circular Carbon Economy, Pertamina akan mengaplikasikan Carbon, Capture, Use and Storage atau CCUS pada beberapa lapangan migas untuk meningkatkan produksi. "Pertamina memiliki komitmen kuat pada pengembangan EBT. Dalam RJPP, Pertamina telah menetapkan target EBT yang tahun 2035 porsinya mencapai 30%. Dengan 8 inisiatif tersebut, kami yakin target dapat tercapai," pungkas Nicke
(nng)
Lihat Juga :