Rasio Pajak RI Masih Rendah Dibandingkan Negara ASEAN Lain

Sabtu, 01 Mei 2021 - 19:29 WIB
loading...
Rasio Pajak RI Masih...
Foto/Ilustrasi/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Mantan Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) , Halim Alamsyah, membeberkan indikator ekonomi nasional yang tercatat masih tertinggal jauh dari negara-negara lainnya. Kondisi tersebut diukur dengan kacamata fiskal .

"Jadi saya hanya menggunakan beberapa indikator penting saja. Dalam konteks kondisi ekonomi, saya menggunakan posisi fiskal karena inilah salah satu kebijakan makro ekonomi yang paling sering diributkan, baik secara politik dan sosial," ujar Halim dalam Webinar, Sabtu (1/5/2021).

Baca juga:Dukung IPO BUMN, Anggota Komisi VI: Dorong Swasta Kelola Aset Rp8.000 Triliun

Sejak 2018-2020, kinerja tax ratio atau rasio pajak Indonesia tercatat masih rendah dibandingkan negara-negara Eropa Barat atau ASEAN, seperti Singapura, Malaysia, Thailand, Philipina. Dalam kurun waktu tersebut, rasio pajak Indonesia stagnan di angka 10-12%. Sementara, Singapura mencatatkan di level 13-14%.

Sedangkan, Malaysia 12-15%, Philipina 17-18%, Thailand 17-17,5%, dan tertinggi adalah Eropa Barat yakni 41%.

"Kita melihat ternyata Indonesia boleh dibilang hanya bisa dibandingkan dengan posisi tingkat pajak atau tax ratio kita, itu dekat dengan Singapura. Tapi jangan lupa, Singapura adalah negara pulau, penduduknya sedikit, dan basisnya adalah perdagangan. Sementara kita Indonesia yang paling rendah sekarang ini," katanya.

Baca juga:Lewati Tikungan Saat Terjatuh Musim Lalu, Marquez Coba Hilangkan Trauma

Proses memobilisasi dana masyarakat tersebut, lanjut Halim, penting untuk dibahas karena menyangkut dengan proses demokrasi Indonesia. Artinya, kemampuan suatu negara dalam memobilisasi dana masyarakatnya tecermin dari kemampuan suatu negara tersebut mengambil pajak.

"Saya mencoba membandingkan antara Indonesia, Eropa Barat, Singapura, Malaysia, Thailand, dan Filipina. Filipina itu sudah jauh meninggalkan kita dalam konteks memobilisasi dana dari masyarakat melalui sistem pajak. Kita hanya 10-20%. Ketika saya masih muda, masih baru belajar ilmu ekonomi, itu tax ratio kita sekitar yang sekarang ini, jadi tidak ada perubahan sama sekali," tutur dia.
(uka)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Purbaya: Kebijakan Fiskal...
Purbaya: Kebijakan Fiskal 2027 Diarahkan Dorong Ekonomi Makin Tinggi, Rakyat Sejahtera Lebih Cepat
10 Rute Penerbangan...
10 Rute Penerbangan Internasional Tersibuk di Dunia, Jakarta-Singapura Masuk Daftar
Mengulik Biang Kerok...
Mengulik Biang Kerok Terkaparnya Rupiah Lawan Dolar Singapura ke Rp14.000, Sesuai Ramalan?
Ekonomi Singapura Melesat...
Ekonomi Singapura Melesat 6% Berkat Demam AI, Mengapa Masih Kirim Sinyal Bahaya?
Di Luar Prediksi, Ekonomi...
Di Luar Prediksi, Ekonomi Singapura Tumbuh 6% Kuartal I-2026
Liburan ke Luar Negeri...
Liburan ke Luar Negeri Tanpa Ribet, MotionPay Hadirkan Fitur QRIS Cross-Border di Singapura hingga Korsel
Gugatan Paulus Tannos...
Gugatan Paulus Tannos di Singapura Ditolak, KPK: Percepat Proses Ekstradisi ke Indonesia
5 Kapal Selam Tercanggih...
5 Kapal Selam Tercanggih ASEAN: Hebat Mana Invincible Singapura vs Nagapasa Indonesia?
Pengadilan Tinggi Singapura...
Pengadilan Tinggi Singapura Tolak Gugatan Paulus Tanos, Menkum Koordinasi KPK dan Polri
Rekomendasi
Dari Infrastruktur ke...
Dari Infrastruktur ke AI, China Terus Perkuat Pengaruh di Pakistan
Kisah Ristiana Artanti,...
Kisah Ristiana Artanti, Anak Buruh Proyek yang Berhasil Kuliah Gratis di UGM
Eks Kepala AL Jerman:...
Eks Kepala AL Jerman: Uni Eropa Bisa 'Berjalan Tanpa Sadar' Menuju Perang Melawan Rusia
Berita Terkini
Aliran Modal Asing Mulai...
Aliran Modal Asing Mulai Masuk, Rupiah Membaik Tinggalkan Rp18.000 per Dolar AS
Beban Berat Kelas Menengah...
Beban Berat Kelas Menengah di Tengah Kenaikan Pertamax jadi Rp16.250/Liter
Bahlil Ungkap Penyebab...
Bahlil Ungkap Penyebab Pemadaman Listrik di Sejumlah Daerah, Janji Pulih Cepat
Indodax Diapresiasi...
Indodax Diapresiasi Atas Edukasi dan Pengembangan Pasar Aset Kripto
Harga Pertamax Naik...
Harga Pertamax Naik Rp16.250, Bahlil: Sudah Diperhitungkan Secara Bijak
Lewat Program Pondasi,...
Lewat Program Pondasi, Brahma Binabakti Renovasi Rumah Tak Layak di Muaro Jambi
Infografis
6 Pebulu Tangkis Indonesia...
6 Pebulu Tangkis Indonesia Hengkang Bela Negara Lain
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved