Jelang Idulfitri, BI Sulsel Siapkan Rp3,58 Triliun Uang Kartal
Selasa, 04 Mei 2021 - 09:06 WIB
loading...
Bank Indonesia (BI) Sulsel memproyeksi kebutuhan masyarakat terhadap uang tunai atau uang kartal untuk Ramadan dan Idulfitri 1442 Hijriah ini mencapai Rp3,58 triliun. Foto: Ilustrasi
A
A
A
MAKASSAR - Konsumsi masyarakat pada momen keagamaan, termasuk Ramadan dan Hari Raya Idulfitri biasanya meningkat signifikan. Sehingga kebutuhan terhadap uang rupiah sebagai alat transaksi juga turut meningkat.
Bank Indonesia (BI) Sulsel memproyeksi kebutuhan masyarakat terhadap uang tunai atau uang kartal untuk Ramadan dan Idulfitri 1442 Hijriah ini mencapai Rp3,58 triliun. Nilai itu sedikit turun dari realisasi tahun lalu yang mencapai Rp3,59 triliun.
Besaran penyediaan uang tunai pada momen Ramadan dan Idulfitri tahun ini yang cenderung lebih rendah dibandingkan tahun lalu, didasari pertimbangan masih berlangsungnya pandemi Covid-19, aktivitas masyarakat yang masih terbatas, dan kebijakan larangan mudik.
Hal tersebut dipaparkan Kepala Perwakilan BI Sulsel, Budi Hanoto saat konferensi pers di Hotel The Rinra, Senin (3/5/2021). "Ini (penyiapan uang kartal) penting karena di masa pandemi dan meskipun libur dibatasi, tapi ekonomi tetap bergairah apalagi di momen keagamaan," jelas Budi.
Baca Juga: Uang Kartal Belum Hilang Ditelan Transaksi Non-Tunai
Lebih jauh, dia menguraikan, jika dilihat dari tren 2017 lalu, kebutuhan uang kartal mengalami kenaikan setiap tahun. Tapi terkontraksi sebesar 34,30 persen dengan realisasi turun menjadi Rp3,59 triliun pada tahun 2020 karena pandemi Covid-19. "Tren naik terus sampai 2019, tapi 2020 turun," tegasnya.
Jika dilihat dari sebaran, realisasi uang kartal tahun 2020 di momen Ramadan dan Idulfitri 1441 Hijriah lalu yang terbesar ada di Kota Makassar, sedangkan yang terendah di Kota Palopo. "Realisasi tahun lalu Rp3,59 triliun. Yang terbesar pasti di Kota Makassar, terendah di Palopo," urainya.
Bank Indonesia (BI) Sulsel memproyeksi kebutuhan masyarakat terhadap uang tunai atau uang kartal untuk Ramadan dan Idulfitri 1442 Hijriah ini mencapai Rp3,58 triliun. Nilai itu sedikit turun dari realisasi tahun lalu yang mencapai Rp3,59 triliun.
Besaran penyediaan uang tunai pada momen Ramadan dan Idulfitri tahun ini yang cenderung lebih rendah dibandingkan tahun lalu, didasari pertimbangan masih berlangsungnya pandemi Covid-19, aktivitas masyarakat yang masih terbatas, dan kebijakan larangan mudik.
Hal tersebut dipaparkan Kepala Perwakilan BI Sulsel, Budi Hanoto saat konferensi pers di Hotel The Rinra, Senin (3/5/2021). "Ini (penyiapan uang kartal) penting karena di masa pandemi dan meskipun libur dibatasi, tapi ekonomi tetap bergairah apalagi di momen keagamaan," jelas Budi.
Baca Juga: Uang Kartal Belum Hilang Ditelan Transaksi Non-Tunai
Lebih jauh, dia menguraikan, jika dilihat dari tren 2017 lalu, kebutuhan uang kartal mengalami kenaikan setiap tahun. Tapi terkontraksi sebesar 34,30 persen dengan realisasi turun menjadi Rp3,59 triliun pada tahun 2020 karena pandemi Covid-19. "Tren naik terus sampai 2019, tapi 2020 turun," tegasnya.
Jika dilihat dari sebaran, realisasi uang kartal tahun 2020 di momen Ramadan dan Idulfitri 1441 Hijriah lalu yang terbesar ada di Kota Makassar, sedangkan yang terendah di Kota Palopo. "Realisasi tahun lalu Rp3,59 triliun. Yang terbesar pasti di Kota Makassar, terendah di Palopo," urainya.
Lihat Juga :