Maskapai Super Air Jet: Pemain Baru dengan Pesawat Lama?
Selasa, 04 Mei 2021 - 16:15 WIB
loading...
A
A
A
Menurutnya, ada kejelian pengusaha membeli pesawat dengan harga yang murah di tengah pandemi Covid-19. Sebab, pada saat yang sama, banyak pihak airline yang mengembalikan pesawat karena faktor tidak dapat melanjutkan kontrak atau tidak mampu bayar harga sewa.
"Saya melihat kehadiran Super Air Jet menunjukkan kejelian pengusaha untuk membeli pesawat dengan harga yang murah. Kita ketahui, selama pandemi ini banyak airline yang mengembalikan pesawat dan tidak mampu melanjutkan kontrak atau bahkan tidak mampu bayar sewa," katanya.
Disisi lain, bahan bakar Airbus 320-200 terkenal cukup efisien dan irit. Hal itu membuat maskapai memiliki pasar di segmen low cost carrier (LCC). Apalagi sejak diterpa pandemi Covid-19, harga menjadi pertimbangan utama pengguna jasa penerbangan.
"Ini terkenal irit dan efisien bahan bakarnya sehingga cocok untuk LCC. Potensi pasar LCC di tengah pandemi kebutuhan untuk bepergian itu akan selalu ada dan selama pandemi daya beli itu menurun, sehingga konsumen akan lebih sensitif terhadap harga," tutur dia.
Sebelumnya, CEO Super Air Jet Ari Azhari menjelaskan, maskapai ini telah didirikan pada Maret 2021 dan memiliki kode penerbangan IU dari Asosiasi Pengangkutan Udara Internasional atau IATA dan SJV dari Organisasi Penerbangan Sipil Internasional atau ICAO.
"Saya melihat kehadiran Super Air Jet menunjukkan kejelian pengusaha untuk membeli pesawat dengan harga yang murah. Kita ketahui, selama pandemi ini banyak airline yang mengembalikan pesawat dan tidak mampu melanjutkan kontrak atau bahkan tidak mampu bayar sewa," katanya.
Disisi lain, bahan bakar Airbus 320-200 terkenal cukup efisien dan irit. Hal itu membuat maskapai memiliki pasar di segmen low cost carrier (LCC). Apalagi sejak diterpa pandemi Covid-19, harga menjadi pertimbangan utama pengguna jasa penerbangan.
"Ini terkenal irit dan efisien bahan bakarnya sehingga cocok untuk LCC. Potensi pasar LCC di tengah pandemi kebutuhan untuk bepergian itu akan selalu ada dan selama pandemi daya beli itu menurun, sehingga konsumen akan lebih sensitif terhadap harga," tutur dia.
Sebelumnya, CEO Super Air Jet Ari Azhari menjelaskan, maskapai ini telah didirikan pada Maret 2021 dan memiliki kode penerbangan IU dari Asosiasi Pengangkutan Udara Internasional atau IATA dan SJV dari Organisasi Penerbangan Sipil Internasional atau ICAO.
Lihat Juga :