Sudah Diuji, Eucalyptus Bisa jadi Obat Tambahan Covid-19
Kamis, 06 Mei 2021 - 09:55 WIB
loading...
Produk eucalyptus. Foto/Ilustrasi
A
A
A
JAKARTA - Badan Litbang Kementerian Pertanian (Balitbangtan) melakukan ekspose hasil uji lanjutan terhadap eucalyptus , yang sebelumnya telah melalui tahap uji awal secara in vitro dengan virus gamma dan beta corona.
Kali ini, Balitbangtan menyampaikan hasil pengujian in vitro terhadap virus SARS-CoV-2 atau dikenal dengan Covid-19, pengujian toksisitas pada hewan model, dan uji klinis pada manusia yang dilakukan bekerjasama dengan Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin (Unhas).
“Hasilnya sangat menggembirakan, zat aktif Eucalyptol dapat menjadi pilihan pengobatan yang potensial, karena berdasarkan hasil uji molekuler docking mampu mengikat Mpro pada virus SARS CoV-2 sehingga sulit bereplikasi,” ujar Kepala Balai Besar Penelitian Veteriner NLP Indi Dharmayanti di Jakarta, Kamis (6/5/2021).
Baca juga: Waspada! Satu Varian Baru COVID-19 Ditemukan Masuk Jawa Timur
Menurut Indi, selama setahun terakhir ini tim peneliti melakukan riset lanjutan terhadap eucalyptus mulai dari uji in vitro, toksisitas, hingga uji klinis, dengan menggunakan virus SARS-CoV 2.
Tim yang terdiri dari peneliti Balai Besar Penelitian Veteriner, Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat, Balai Besar Pascapanen Pertanian dan BBP Mekanisasi Pertanian, telah melakukan riset gabungan dengan melibatkan akademisi dan Ikatan Dokter Indonesia.
Hasilnya sangat membanggakan dan menjadi harapan bagi pengobatan Covid-19 di masa mendatang. Pengujian tersebut secara umum menunjukkan bahwa bahan tunggal maupun formula eucalyptus Balitbangtan yang diuji dapat menurunkan jumlah partikel dan daya hidup virus SARS-CoV 2, serta mengurangi kerusakan sel akibat infeksi SARS-CoV-2 secara in vitro.
Kali ini, Balitbangtan menyampaikan hasil pengujian in vitro terhadap virus SARS-CoV-2 atau dikenal dengan Covid-19, pengujian toksisitas pada hewan model, dan uji klinis pada manusia yang dilakukan bekerjasama dengan Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin (Unhas).
“Hasilnya sangat menggembirakan, zat aktif Eucalyptol dapat menjadi pilihan pengobatan yang potensial, karena berdasarkan hasil uji molekuler docking mampu mengikat Mpro pada virus SARS CoV-2 sehingga sulit bereplikasi,” ujar Kepala Balai Besar Penelitian Veteriner NLP Indi Dharmayanti di Jakarta, Kamis (6/5/2021).
Baca juga: Waspada! Satu Varian Baru COVID-19 Ditemukan Masuk Jawa Timur
Menurut Indi, selama setahun terakhir ini tim peneliti melakukan riset lanjutan terhadap eucalyptus mulai dari uji in vitro, toksisitas, hingga uji klinis, dengan menggunakan virus SARS-CoV 2.
Tim yang terdiri dari peneliti Balai Besar Penelitian Veteriner, Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat, Balai Besar Pascapanen Pertanian dan BBP Mekanisasi Pertanian, telah melakukan riset gabungan dengan melibatkan akademisi dan Ikatan Dokter Indonesia.
Hasilnya sangat membanggakan dan menjadi harapan bagi pengobatan Covid-19 di masa mendatang. Pengujian tersebut secara umum menunjukkan bahwa bahan tunggal maupun formula eucalyptus Balitbangtan yang diuji dapat menurunkan jumlah partikel dan daya hidup virus SARS-CoV 2, serta mengurangi kerusakan sel akibat infeksi SARS-CoV-2 secara in vitro.
Lihat Juga :