Tsunami Covid di India Bikin Harga Minyak RI Turun ke USD61,96 per Barel
Kamis, 06 Mei 2021 - 11:02 WIB
loading...
A
A
A
"Berdasarkan publikasi US Energy Information Administration (EIA), stok gasoline AS akhir April 2021 meningkat sebesar 4,6 juta barel menjadi 235,1 juta barel dibandingkan stok akhir Maret 2021," tambah Tim Harga.
Faktor lainnya adalah peningkatan kasus Covid-19 yang dapat mempengaruhi tingkat pertumbuhan permintaan di negara utama pengkonsumsi minyak dunia seperti Brazil dan negara di Uni Eropa.
Sedangkan untuk kawasan Asia Pasifik, penurunan harga minyak mentah juga dipengaruhi oleh peningkatan kasus Covid-19 di India, Jepang, Thailand dan Filipina, yang menyebabkan lockdown lanjutan khususnya di kawasan utama India dan Jepang.
Baca juga: Amukan Covid-19 di India Makin Dahsyat, 120 Orang Meninggal Tiap Jam dan Diprediksi Bakal Terus Meningkat
Selain itu, potensi penurunan permintaan China pada kuartal II/2021 seiring kilang yang sedang memasuki periode pemeliharaan, serta sentimen negatif pasar atas sinyal perlambatan pertumbuhan China paska pengumuman indeks PMI untuk manufaktur dan non-manufaktur oleh Biro Statistik Nasional China, berturut – turut turun sebesar 0,8 dan 1,4 di bulan April 2021 menjadi 51,1 dan 54,9 dibandingkan bulan sebelumnya.
Selengkapnya perkembangan minyak mentah utama di pasar internasional, sebagai berikut:
- Dated Brent turun sebesar USD0,93 per barel dari USD65,63 per barel menjadi US$ 64,70 per barel.
- WTI (Nymex) turun sebesar USD0,65 per barel dari USD62,36 per barel menjadi USD61,70 per barel.
- Basket OPEC turun sebesar USD1,50 er barel dari USD64,63 per barel menjadi USD63,13 per barel.
- Brent (ICE) turun sebesar USD0,37 per barel dari USD65,70 per barel menjadi USD65,33 per barel.
Faktor lainnya adalah peningkatan kasus Covid-19 yang dapat mempengaruhi tingkat pertumbuhan permintaan di negara utama pengkonsumsi minyak dunia seperti Brazil dan negara di Uni Eropa.
Sedangkan untuk kawasan Asia Pasifik, penurunan harga minyak mentah juga dipengaruhi oleh peningkatan kasus Covid-19 di India, Jepang, Thailand dan Filipina, yang menyebabkan lockdown lanjutan khususnya di kawasan utama India dan Jepang.
Baca juga: Amukan Covid-19 di India Makin Dahsyat, 120 Orang Meninggal Tiap Jam dan Diprediksi Bakal Terus Meningkat
Selain itu, potensi penurunan permintaan China pada kuartal II/2021 seiring kilang yang sedang memasuki periode pemeliharaan, serta sentimen negatif pasar atas sinyal perlambatan pertumbuhan China paska pengumuman indeks PMI untuk manufaktur dan non-manufaktur oleh Biro Statistik Nasional China, berturut – turut turun sebesar 0,8 dan 1,4 di bulan April 2021 menjadi 51,1 dan 54,9 dibandingkan bulan sebelumnya.
Selengkapnya perkembangan minyak mentah utama di pasar internasional, sebagai berikut:
- Dated Brent turun sebesar USD0,93 per barel dari USD65,63 per barel menjadi US$ 64,70 per barel.
- WTI (Nymex) turun sebesar USD0,65 per barel dari USD62,36 per barel menjadi USD61,70 per barel.
- Basket OPEC turun sebesar USD1,50 er barel dari USD64,63 per barel menjadi USD63,13 per barel.
- Brent (ICE) turun sebesar USD0,37 per barel dari USD65,70 per barel menjadi USD65,33 per barel.
(ind)
Lihat Juga :