Analis: Perbaikan Ekonomi Nasional Bisa Kerek Harga SBN
Kamis, 06 Mei 2021 - 15:16 WIB
loading...
A
A
A
"Hingga Juni, harga SBN tenor acuan 10 tahun dapat naik dan menurunkan yield-nya hingga di bawah 6% pada kuartal III/2021 nanti," ujar Dhian dalam webinar di Jakarta, Kamis (6/5/2021).
Saat ini, lanjut dia, harga SBN acuan 10 tahun sudah turun sejak awal tahun dan membuat yield-nya naik hingga kisaran 6,5%. Pergerakan harga dan yield obligasi di pasar sekunder saling bertolak belakang, dan yield juga lebih umum dijadikan acuan transaksi obligasi dibanding harga. Ini karena mencerminkan kupon, tenor, dan risiko dalam satu angka.
Baca juga: Minus di Kuartal I, Pejabat Kemenkeu Optimistis Ekonomi Akan Meroket hingga 8% di Kuartal II
Dhian juga memprediksi kondisi makroekonomi global, khususnya yang dipicu kekhawatiran inflasi di AS, sempat memicu kenaikan yield obligasi pemerintah AS (US Treasury), menekan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS, dan menaikkan indikator risiko Indonesia (CDS).
“Namun, Bank Indonesia masih memiliki ruang untuk melonggarkan kebijakan moneter mengingat dua hal utama yaitu inflasi domestik yang masih rendah serta terkendalinya defisit neraca berjalan,” ungkapnya.
Saat ini, lanjut dia, harga SBN acuan 10 tahun sudah turun sejak awal tahun dan membuat yield-nya naik hingga kisaran 6,5%. Pergerakan harga dan yield obligasi di pasar sekunder saling bertolak belakang, dan yield juga lebih umum dijadikan acuan transaksi obligasi dibanding harga. Ini karena mencerminkan kupon, tenor, dan risiko dalam satu angka.
Baca juga: Minus di Kuartal I, Pejabat Kemenkeu Optimistis Ekonomi Akan Meroket hingga 8% di Kuartal II
Dhian juga memprediksi kondisi makroekonomi global, khususnya yang dipicu kekhawatiran inflasi di AS, sempat memicu kenaikan yield obligasi pemerintah AS (US Treasury), menekan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS, dan menaikkan indikator risiko Indonesia (CDS).
“Namun, Bank Indonesia masih memiliki ruang untuk melonggarkan kebijakan moneter mengingat dua hal utama yaitu inflasi domestik yang masih rendah serta terkendalinya defisit neraca berjalan,” ungkapnya.
(ind)
Lihat Juga :