Jelang Lebaran, Kemendag Pastikan Harga Daging Sapi Tak Melebihi Rp130 Ribu Per Kg

loading...
Jelang Lebaran, Kemendag Pastikan Harga Daging Sapi Tak Melebihi Rp130 Ribu Per Kg
Foto/EkoPurwanto/SINDOnews
JAKARTA - Kementerian Perdagangan (Kemendag) memastikan harga daging sapi segar di pasar tidak lebih tinggi dari harga Rp130.000 per kilogram (kg) saat menjelang Hari Raya Idul Fitri 2021 . Untuk memastikan harga daging sapi tetap stabil, Kemendag menggandeng Asosiasi Pedagang Daging Indonesia (APDI) untuk menggelar operasi pasar.

Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Oke Nurwan mengatakan, berdasarkan pantauan pihaknya, ditemukan harga rata-rata daging sapi berada di kisaran Rp120.000-Rp150.000 per kg. Untuk menghindari harga tidak bergerak liar, Kemendag bersama APDI memasok daging beku ke pasar untuk memberikan alternatif pilihan bagi konsumen.

Baca juga:Beruntung? MIND ID Catat Laba Bersih Sebesar Rp1,6 Triliun

"Jadi harga daging sapi segar kita batasi di Rp130.000 dan masyarakat juga sudah diberikan alternatif untuk mendapatkan daging beku dengan harga saat ini bisa dipastikan di tingkat Rp85.000," katanya dalam diskusi virtual, Jumat (7/5/2021).

Tercatat, harga daging sapi di pasaran meningkat selama Ramadan hingga menjelang Lebaran. Padahal, di saat yang sama harga komoditas lainnya mengalami penurunan.

Berdasarkan Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional, harga daging sapi di DKI Jakarta mencapai Rp146.650. Sedangkan harga daging sapi di Jawa Barat senilai Rp135.650 per kg.



Baca juga:Dipanggil Timnas, Arthur Irawan Tak Sabar Jalani Debut di Tangan Shin Tae-yong

Bahkan, stok ketersediaan daging sapi di Jabodetabek dan Bandung Raya pada akhir Mei diprediksi mencapai 65.907 ton. Dengan kebutuhan sebesar 21.827, stok daging sapi dipastikan masih mengalami surplus sebesar 44.080 ton.

Kata Oke, pihaknya juga melakukan mobilisasi sapi lokal ke wilayah sentra konsumsi. Tujuannya untuk menjaga stabilitas harga. "Kita berbicara dengan dinas yang membidangi peternakan di kabupaten/kota untuk melakukan pemantauan di mana ada sapi tersedia. Misalnya di Lamongan terdapat sekitar 114.000, di Malang 243.000, di Blora 267.000, di Rembang 137.000," katanya.
(uka)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top