Objek Wisata di Zona Merah dan Oranye Dilarang Beroperasi
Senin, 10 Mei 2021 - 14:40 WIB
loading...
Pemerintah menetapkan larangan objek wisata di zona merah dan oranye beroperasi. Foto/Ilustrasi
A
A
A
JAKARTA - Pemerintah telah mempersiapkan aturan ketat terkait dengan operasional objek-objek wisata guna menekan risiko penularan Covid-19. Hal ini diatur dalam pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat skala Mikro (PPKM Mikro) .
"Untuk zona merah dan zona kuning dilarang (neroperasi). Jadi PPKM mikro sudah mengatur terkait tempat umum," kata Menteri Koordinator (Menko) bidang Perekonomian Airlangga dalam konferensi pers, Senin (10/5/2021).
Baca Juga: 6.992 Personel Jaga Idul Fitri dan Kerumunan di Destinasi Wisata
Sementara untuk zona hijau dan kuning, lanjut dia, tetap boleh beroperasi namun dibatasi maksimal 50% dari total kapasitas. Di sisi lain, objek-objek wisata ini harus menerapkan protokol kesehatan (prokes) secara ketat.
"Kemudian ditegaskan bahwa untuk tempat-tempat wisata di wilayah komunitas sesuai dengan PPKM mikro. Jadi ini sudah regulasi dari PPKM mikro. Ini maksimum 50% dan prokes ketat," tegasnya.
Seperti diketahui, di dalam Instruksi Mendagri No 10/2021 yang mengatur PPKM mikro, salah yang diatur adalah pengetatan kegiatan masyarakat di fasilitas umum/tempat wisata/taman. Gubernur, bupati dan walikota diwajibkan memberlakukan screening test Covid-19 untuk fasilitas berbayar dan lokasi wisata dalam ruangan atau indoor. Sementara itu untuk lokasi wisata outdoor atau luar ruangan diberlakukan kewajiban untuk menerapkan protokol kesehatan secara ketat.
Baca Juga: Ratusan WNA China asal Guangzhou yang Tiba di Indonesia Bekerja Sebagai TKA di Morowali
"Penerapan protokol kesehatan secara ketat untuk fasilitas umum/lokasi wisata outdoor. Untuk daerah dengan zona oranye dan zona merah, maka kegiatan masyarakat di fasilitas umum/taman wisata dilarang," bunyi diktum kelima belas huruf a angka 4 poin b.
"Untuk zona merah dan zona kuning dilarang (neroperasi). Jadi PPKM mikro sudah mengatur terkait tempat umum," kata Menteri Koordinator (Menko) bidang Perekonomian Airlangga dalam konferensi pers, Senin (10/5/2021).
Baca Juga: 6.992 Personel Jaga Idul Fitri dan Kerumunan di Destinasi Wisata
Sementara untuk zona hijau dan kuning, lanjut dia, tetap boleh beroperasi namun dibatasi maksimal 50% dari total kapasitas. Di sisi lain, objek-objek wisata ini harus menerapkan protokol kesehatan (prokes) secara ketat.
"Kemudian ditegaskan bahwa untuk tempat-tempat wisata di wilayah komunitas sesuai dengan PPKM mikro. Jadi ini sudah regulasi dari PPKM mikro. Ini maksimum 50% dan prokes ketat," tegasnya.
Seperti diketahui, di dalam Instruksi Mendagri No 10/2021 yang mengatur PPKM mikro, salah yang diatur adalah pengetatan kegiatan masyarakat di fasilitas umum/tempat wisata/taman. Gubernur, bupati dan walikota diwajibkan memberlakukan screening test Covid-19 untuk fasilitas berbayar dan lokasi wisata dalam ruangan atau indoor. Sementara itu untuk lokasi wisata outdoor atau luar ruangan diberlakukan kewajiban untuk menerapkan protokol kesehatan secara ketat.
Baca Juga: Ratusan WNA China asal Guangzhou yang Tiba di Indonesia Bekerja Sebagai TKA di Morowali
"Penerapan protokol kesehatan secara ketat untuk fasilitas umum/lokasi wisata outdoor. Untuk daerah dengan zona oranye dan zona merah, maka kegiatan masyarakat di fasilitas umum/taman wisata dilarang," bunyi diktum kelima belas huruf a angka 4 poin b.
(fai)
Lihat Juga :