Banyak Negara Lockdown Bikin Rupiah jadi Down

Selasa, 11 Mei 2021 - 08:59 WIB
loading...
Banyak Negara Lockdown...
Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) diprediksi melemah. Foto/Dok SINDOphoto/Adam Erlangga
A A A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) diprediksi melemah. Potensi pelemahan ini seiring keresahan pelaku pasar global melihat penurunan dalam indeks saham AS Nasdaq.

Pengamat Keuangan Ariston Tjendra mengatakan, indeks saham Asia juga bergerak melemah pagi ini. Pelaku pasar mengkhawatirkan kenaikan inflasi AS yang bisa mengubah pendirian Bank Sentral terhadap kebijakan moneternya.

Baca juga: 9,8 Juta Orang Tetap Menganggur, Paket Jumbo Stimulus AS Minim Efek

"Data inflasi AS akan dirilis Rabu malam. Yield obligasi AS tenor 10 tahun juga sempat kembali naik ke atas 1,60% karena kekhawatiran inflasi tersebut," kata Ariston di Jakarta, Selasa (11/5/2021).

Sementara itu, kekhawatiran terhadap kenaikan laju penularan Covid-19 di dunia yang sudah memicu lockdown baru di beberapa negara termasuk negara tetangga Malaysia dan Singapura juga bisa menekan rupiah.

Baca juga: Pasar Tanah Abang Ramai Kembali, Terjadi Peningkatan 6% Kasus Aktif COVID-19 di Jakpus

Selain itu, lanjut Ariston, pagi ini akan dirilis data penjualan ritel Indonesia bulan Maret. Bila hasilnya kembali minus, ini bisa menjadi tambahan tekanan untuk mata uang Garuda. "Potensi tekanan untuk rupiah ke kisaran 14.250, dengan potensi support di kisaran 14.180," tandasnya.
(ind)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Masyarakat Diminta Tak...
Masyarakat Diminta Tak Panik Respons Kondisi Ekonomi RI, Ekonom: Jaga Optimisme Berdasar Data
Rupiah Hari Ini Berakhir...
Rupiah Hari Ini Berakhir Merayap ke Rp18.036 per Dolar AS, Berikut Sebabnya
Rupiah Ambruk Tembus...
Rupiah Ambruk Tembus Rp18.000 per Dolar AS, Pengusaha Ritel Sport Jantung
Rupiah Amburadul Rp18...
Rupiah Amburadul Rp18 Ribu, Produk Rumah Tangga Unilever Bakal Naik Harga di Kuartal II 2026
Rupiah Terkapar, Dampaknya...
Rupiah Terkapar, Dampaknya Mulai Terasa ke Sektor Industri Nasional
Purbaya Tepis Isu Mundur...
Purbaya Tepis Isu Mundur dari Kursi Menkeu di Tengah Kejatuhan Rupiah Rp18.039
Rupiah Tembus Rp18.000...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dolar AS, Nana Mirdad hingga Maia Estianty Ikut Resah
Rupiah Terlemah Sepanjang...
Rupiah Terlemah Sepanjang Sejarah
Rupiah, IHSG, dan Krisis...
Rupiah, IHSG, dan Krisis Kepercayaan
Rekomendasi
Drone Terjang Galilea...
Drone Terjang Galilea Barat Beberapa Menit setelah Netanyahu Pergi
Imigrasi Nonaktifkan...
Imigrasi Nonaktifkan Pejabat yang Diperiksa KPK, Pastikan Pelayanan Publik Tetap Berjalan
KPK Angkut Moge, Mobil...
KPK Angkut Moge, Mobil Mewah, dan Sepeda usai Geledah Rumah Silmy Karim
Berita Terkini
Masyarakat Diminta Tak...
Masyarakat Diminta Tak Panik Respons Kondisi Ekonomi RI, Ekonom: Jaga Optimisme Berdasar Data
Program CIMB Niaga Sustainability...
Program CIMB Niaga Sustainability Journalism Fellowship Memilih 20 Jurnalis
Purbaya Belum Percaya...
Purbaya Belum Percaya Daya Beli Mulai Lesu di Warteg: Nanti Saya Cek Lagi
LPPOM Dorong Konsep...
LPPOM Dorong Konsep Green Halal untuk Perkuat Industri Berkelanjutan
Bitget Stocks 2.0 Hadir...
Bitget Stocks 2.0 Hadir Menghubungkan Ekuitas Berbentuk Token dengan Likuiditas Nyata
LPPOM Paparkan Peluang...
LPPOM Paparkan Peluang Industri Halal Indonesia di Tokyo
Infografis
Tanpa Italia, Ini Daftar...
Tanpa Italia, Ini Daftar Lengkap 48 Negara Kontestan Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved