China Untung Saat India Dihantam Ledakan Kasus Covid-19

Selasa, 11 Mei 2021 - 11:06 WIB
loading...
China Untung Saat India...
Ekspor China secara tak terduga melonjak pada bulan April 2021, saat India tengah berjuang menghadapi ledakan kasus virus Covid-19. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Ekspor China secara tak terduga melonjak pada bulan April 2021, seiring pemulihan cepat ekonomi Amerika yang mendongkrak permintaan. Sementara itu produksi di India tersendat, ketika negara itu tengah berjuang menghadapi ledakan kasus virus Covid-19.

Dilansir BBC, kondisi yang tengah menimpa India sedikit bank membantu mendong produk- produk China untuk pasar global. Ekspor China dalam nilai uang dolar AS melonjak lebih dari 32% dari tahun sebelumnya menjadi hampir USD264 miliar.

Baca Juga: WHO Terbitkan Izin Penggunaan Darurat Vaksin Sinopharm asal China

Pada bulan yang sama, impor China juga tumbuh dengan kecepatan tertinggi lebih dari satu dekade, melonjak 43% dari tahun lalu. Meskipun ketegangan perdagangan masih berlangsung dengan AS dan negara-negara lain, ekspor China untuk bulan April mencetak surplus. Dimana hampir lebih besar USD43 miliar dari impornya, atau setara meningkat lebih dari tiga kali lipat.

Para ekonom menyoroti bahwa angka-angka itu sangat berbeda jauh apabila dibandingkan dengan periode setahun yang lalu ketika negara itu menerapkan lockdown ketat. Namun pemulihan ekonomi terbesar kedua di dunia itu masih menghadapi beberapa tantangan besar.

Analis memperkirakan pertumbuhan produk domestik bruto China melambat dari rekor ekspansi 18,3% pada kuartal Januari-Maret. Hal itu disebabkan karena pandemi Covid-19 mengganggu rantai pasokan di seluruh dunia, memperlambat pergerakan barang dan mendorong biaya pengiriman lebih tinggi.

Global juga menghadapi kekurangan microchip, yang digunakan dalam segala hal mulai dari mobil hingga ponsel, juga menekan produsen. Pekan lalu, indeks manajer pembelian manufaktur resmi China menunjukkan bahwa pertumbuhan aktivitas pabrik melambat pada April dari bulan sebelumnya.

Baca Juga: Ekonomi China Melesat di Tengah Corona, Ini Dia Rahasianya

Di sisi lain, pada hari Kamis minggu lalu, China "tanpa batas waktu" menghentikan dialog ekonomi dengan Australia. Hal ini menjadi kabar terbaru terkait keretakan diplomatik yang berkembang antara kedua negera.

Hubungan keduanya memanas, sejak Australia menyerukan penyelidikan tentang asal-usul Covid-19 dan melarang raksasa telekomunikasi China Huawei membangun jaringan 5G-nya.

Tahun lalu, China menjatuhkan sanksi atas produk-produk asal Australia seperti anggur dan daging sapi. Dalam sebuah pernyataan, komisi pemerintah China menuduh Australia memiliki "pola pikir Perang Dingin".
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Bank Sentral China Borong...
Bank Sentral China Borong Emas 19 Bulan Berturut-turut, Ada Apa?
Energi Menjadi Medan...
Energi Menjadi Medan Perang AS-China di Abad Ini
10 Negara Produsen Pertanian...
10 Negara Produsen Pertanian Terbesar di Dunia, Indonesia Urutan Berapa?
Kebijakan Tambang RI...
Kebijakan Tambang RI Berubah-ubah, Investor China Mulai Alihkan Investasi Nikel ke Afrika
Gegara Ledakan AI, Industri...
Gegara Ledakan AI, Industri Cip Rp27.000 Triliun Jadi Medan Perang AS-China
Aktivitas Pabrik di...
Aktivitas Pabrik di China Memburuk, Sinyal Peringatan bagi Ekonomi Dunia
China Luncurkan Alat...
China Luncurkan Alat Pelacak Kapal Selam Nuklir, Bakal Ubah Perang Masa Depan
Biksu Buddha di China...
Biksu Buddha di China Dilaporkan Ditahan usai Peringati Peristiwa Tiananmen
Respons Aksi China,...
Respons Aksi China, Jepang Perkuat Pertahanan Sisi Barat Daya
Rekomendasi
Sari Yuliati Minta Kasus...
Sari Yuliati Minta Kasus Pembakaran Santri di Lombok Diusut Tuntas
Mengenal 3 Amalan Utama...
Mengenal 3 Amalan Utama Bulan Muharram, Sayang untuk Dilewatkan!
Video Persalinan Amanda...
Video Persalinan Amanda Manopo dan Baby Zac Viral, Ucapan soal Anak Kedua Curi Perhatian
Berita Terkini
IHSG Siang Rebound 2,34%...
IHSG Siang Rebound 2,34% ke Level 5.881 Ditopang Saham Teknologi dan Perbankan
Ojol Keluhkan Harga...
Ojol Keluhkan Harga Pertamax Rp16.250 Kemahalan: Biasanya Naik Cuma Seribu, Ini 3 Ribu Lebih
Harga BBM Makin Mahal,...
Harga BBM Makin Mahal, Beban Bisnis Logistik Bakal Tambah Berat
Harga Pertamax Rp16.250...
Harga Pertamax Rp16.250 Bikin Pusing, Pengemudi Ojol dan Warga Teriak
IHSG Tergelincir di...
IHSG Tergelincir di Awal Sesi Sentuh 5.744, Transaksi Pagi Cetak Rp1,1 T
Kilau Emas Antam Kembali...
Kilau Emas Antam Kembali Meredup, Hari Ini Turun Rp20 Ribu ke Rp2.713.000 per Gram
Infografis
J-10 China Jagoan Pakistan...
J-10 China Jagoan Pakistan Pemangsa 5 Jet Tempur India
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved