Adhi Commuter Properti Optimistis Obligasi Rp500 Miliar akan Oversubscribe
Selasa, 11 Mei 2021 - 16:00 WIB
loading...
A
A
A
Respon baik ini menunjukkan market optimis terhadap konsep pengembangan kawasan berbasis Transit Oriented Development (TOD) yang fokus digarap ADCP ini. Terlebih konsep properti berbasis integrasi dengan transportasi massal ini sudah terbukti sukses dikembangkan di manca negara termasuk di beberapa negara tetangga dengan pertumbuhan nilai properti dan bisnis yang tinggi, serta sekaligus mendukung perencanaan dan penataan kota yang lebih baik.
Bunga obligasi akan dibayarkan setiap tiga bulan sejak tanggal emisi. Pembayaran bunga obligasi akan dilakukan pada tanggal 20 Agustus 2021, sedangkan pembayaran obligasi terakhir sekaligus jatuh tempo obligasi masing-masing adalah tanggal 27 Mei 2022 untuk obligasi Seri A dan 20 Mei 2024 untuk obligasi Seri B.
PT Sucor Sekuritas dan PT Aldiracitra Sekuritas Indonesia sebagai penjamin emisi obligasi, sedangkan Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten (Bank BJB) ditunjuk sebagai Wali Amanah dalam penerbitan obligasi I Adhi Commuter tersebut. Adapun pada tanggal 7 Mei 2021 ADCP telah mendapatkan pernyataan efektif oleh OJK, dan mulai dari tanggal 11 – 17 Mei 2021 akan diadakan masa penawaran umum, serta direncanakan pendistribusian obligasi pada tanggal 20 Mei 2021.
Baca Juga : Hingga Maret, Marketing Sales Adhi Commuter Properti Meroket 400%
Dilihat berdasarkan prospek, industri properti mendapatkan keuntungan yang besar dari relaksasi baik dari kebijakan fiskal maupun moneter. Faktor lainnya adalah terdapat peluang yang sangat tinggi untuk keterserapan properti dimana backlog perumahan khususnya di Jabodetabek masih tinggi terutama masyarakat menengah. Hal ini sesuai dengan sasaran segmentasi perseroan yaitu penjualan properti mulai dari harga Rp300 juta – Rp2 milliar. Selain itu pertumbuhan kebutuhan akan transportasi umum memberikan kesempatan yang besar kepada pengembang properti yang memiliki akses langsung kepada transportasi massal.
Berdasarkan dari competitive advantage yang dimiliki, ADCP memproyeksikan pertumbuhan hingga tahun 2025 ini dari sisi marketing sales meningkat cukup signifikan dengan CAGR 40% - 50% baik untuk produk penjualan apartemen, rumah tapak, perkantoran, komersial area serta operator hotel. Sedangkan dari sisi pendapatan ADCP meproyeksikan akan mendapatkan pertumbuhan CAGR 25% - 35%, serta pada sisi buttomline ADCP meproyeksikan CAGR 30% - 40%.
Bunga obligasi akan dibayarkan setiap tiga bulan sejak tanggal emisi. Pembayaran bunga obligasi akan dilakukan pada tanggal 20 Agustus 2021, sedangkan pembayaran obligasi terakhir sekaligus jatuh tempo obligasi masing-masing adalah tanggal 27 Mei 2022 untuk obligasi Seri A dan 20 Mei 2024 untuk obligasi Seri B.
PT Sucor Sekuritas dan PT Aldiracitra Sekuritas Indonesia sebagai penjamin emisi obligasi, sedangkan Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten (Bank BJB) ditunjuk sebagai Wali Amanah dalam penerbitan obligasi I Adhi Commuter tersebut. Adapun pada tanggal 7 Mei 2021 ADCP telah mendapatkan pernyataan efektif oleh OJK, dan mulai dari tanggal 11 – 17 Mei 2021 akan diadakan masa penawaran umum, serta direncanakan pendistribusian obligasi pada tanggal 20 Mei 2021.
Baca Juga : Hingga Maret, Marketing Sales Adhi Commuter Properti Meroket 400%
Dilihat berdasarkan prospek, industri properti mendapatkan keuntungan yang besar dari relaksasi baik dari kebijakan fiskal maupun moneter. Faktor lainnya adalah terdapat peluang yang sangat tinggi untuk keterserapan properti dimana backlog perumahan khususnya di Jabodetabek masih tinggi terutama masyarakat menengah. Hal ini sesuai dengan sasaran segmentasi perseroan yaitu penjualan properti mulai dari harga Rp300 juta – Rp2 milliar. Selain itu pertumbuhan kebutuhan akan transportasi umum memberikan kesempatan yang besar kepada pengembang properti yang memiliki akses langsung kepada transportasi massal.
Berdasarkan dari competitive advantage yang dimiliki, ADCP memproyeksikan pertumbuhan hingga tahun 2025 ini dari sisi marketing sales meningkat cukup signifikan dengan CAGR 40% - 50% baik untuk produk penjualan apartemen, rumah tapak, perkantoran, komersial area serta operator hotel. Sedangkan dari sisi pendapatan ADCP meproyeksikan akan mendapatkan pertumbuhan CAGR 25% - 35%, serta pada sisi buttomline ADCP meproyeksikan CAGR 30% - 40%.
(dar)
Lihat Juga :