Menakar Prospek Industri Baja Ringan Nasional di Tengah Pandemi
Selasa, 11 Mei 2021 - 19:48 WIB
loading...
Pada tahun 2020 total kebutuhan untuk baja ringan BjLAS (Baja Lapis Alumunium dan Seng) diperkirakan menurun menjadi 1,1 juta ton yang bersumber dari impor 460 ribu ton. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Industri baja ringan nasional tercatat mengalami kemajuan tahun ini di tengah pandemi Covid-19. Data Research Oriented Development Analysis (RODA) Institut, kebutuhan total untuk baja ringan BjLAS (Baja Lapis Alumunium dan Seng) pada tahun 2019 mencapai 1,6 juta ton.
Baca Juga: PUPR Larang Barang Impor, Peluang Baja Ringan Lokal Ramah Lingkungan
Rinciannya bersumber dari impor sebesar 890 ribu ton dan industri dalam negeri 725 ribu ton. "Sementara di tahun 2020 total kebutuhan BjLAS diperkirakan menurun menjadi 1,1 juta ton yang bersumber dari impor 460 ribu ton. Sedangkan industri dalam negeri hanya mampu mensuplay 718 ribu ton," ucap Direktur Eksekutif RODA Institut, Ahmad Rijal Ilyas di Jakarta.
Sementara itu lanjut Rijal di tahun 2021 ini mulai ada trend positif industri baja ringan dengan adanya pemulihan ekonomi nasional. Dimana diperkirakan kebutuhan BjLAS di tahun ini bisa mencapai 1,8 sampai 2 juta ton.
"Kondisi ini tentunya harus dibarengi dengan ketersediaan bahan baku, baik yang bersumber dari industri dalam negeri ataupun impor karena jelas terdapat kekurangan pasokan dari produsen BjJLAS lokal," imbuhnya.
Rijal menjelaskan, bahwa produsen BjLAS lokal baik secara history maupun fakta saat ini masih melakukan impor BjLAS sehingga makin mempertegas terjadinya defisit pasokan BjLAS di pasar Indonesia yang tidak dapat dipenuhi oleh produsen lokal.
Baca Juga: PUPR Larang Barang Impor, Peluang Baja Ringan Lokal Ramah Lingkungan
Rinciannya bersumber dari impor sebesar 890 ribu ton dan industri dalam negeri 725 ribu ton. "Sementara di tahun 2020 total kebutuhan BjLAS diperkirakan menurun menjadi 1,1 juta ton yang bersumber dari impor 460 ribu ton. Sedangkan industri dalam negeri hanya mampu mensuplay 718 ribu ton," ucap Direktur Eksekutif RODA Institut, Ahmad Rijal Ilyas di Jakarta.
Sementara itu lanjut Rijal di tahun 2021 ini mulai ada trend positif industri baja ringan dengan adanya pemulihan ekonomi nasional. Dimana diperkirakan kebutuhan BjLAS di tahun ini bisa mencapai 1,8 sampai 2 juta ton.
"Kondisi ini tentunya harus dibarengi dengan ketersediaan bahan baku, baik yang bersumber dari industri dalam negeri ataupun impor karena jelas terdapat kekurangan pasokan dari produsen BjJLAS lokal," imbuhnya.
Rijal menjelaskan, bahwa produsen BjLAS lokal baik secara history maupun fakta saat ini masih melakukan impor BjLAS sehingga makin mempertegas terjadinya defisit pasokan BjLAS di pasar Indonesia yang tidak dapat dipenuhi oleh produsen lokal.
Lihat Juga :