Saat Lebaran Penumpang KRL hanya 226.000, Kalah dengan pada Hari Kerja
Jum'at, 14 Mei 2021 - 23:59 WIB
loading...
Foto/Ilustrasi/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) mencatat jumlah penumpang pada hari Lebaran mencapai 226.000. Angka tersebut masih lebih kecil dibandingkan rata-rata penumpang pada hari kerja.
VP Corporate Communications PT KCI Anne Purba mengatakan, pada hari Lebaran pergerakan penumpang yang paling tinggi ada di Stasiun Bogor. Namun tidak dirincikan berapa persen dari jumlah 226.000 penumpang KRL yang keluar dan masuk dari Stasiun Bogor.
Baca juga:Ditegur Menhub, PT KCI Akan Batasi Jumlah Penumpang per Gerbong
“Jadi kemarin hari pertama Lebaran itu 226 ribu. Pasti Bogor, Stasiun Bogor nomor satu,” ujarnya saat ditemui di Stasiun Manggarai, Jakarta, Jumat (14/5/2021).
Sementara itu, untuk stasiun tersibuk masih dipegang oleh Stasiun Manggarai. Mengigat Stasiun Manggarai menjadi salah satu titik transit penumpang kereta dari berbagai tujuan stasiun.
“Tapi untuk mobilisasi di stasiun transit dia kan enggak keluar ya, dan enggak banyak masuk. Tetapi stasiun ini adalah stasiun tersibuk. Cuma orang yang melakukan in atau gate out itu banyaknya di Bogor,” jelasnya.
Untuk mengantisipasi fenomena mudik lokal, pihaknya akan melakukan pembatasan jam operasional. Termasuk juga jumlah armada yang beroperasi akan dibatasi hanya 886 kereta saja setiap harinya.
VP Corporate Communications PT KCI Anne Purba mengatakan, pada hari Lebaran pergerakan penumpang yang paling tinggi ada di Stasiun Bogor. Namun tidak dirincikan berapa persen dari jumlah 226.000 penumpang KRL yang keluar dan masuk dari Stasiun Bogor.
Baca juga:Ditegur Menhub, PT KCI Akan Batasi Jumlah Penumpang per Gerbong
“Jadi kemarin hari pertama Lebaran itu 226 ribu. Pasti Bogor, Stasiun Bogor nomor satu,” ujarnya saat ditemui di Stasiun Manggarai, Jakarta, Jumat (14/5/2021).
Sementara itu, untuk stasiun tersibuk masih dipegang oleh Stasiun Manggarai. Mengigat Stasiun Manggarai menjadi salah satu titik transit penumpang kereta dari berbagai tujuan stasiun.
“Tapi untuk mobilisasi di stasiun transit dia kan enggak keluar ya, dan enggak banyak masuk. Tetapi stasiun ini adalah stasiun tersibuk. Cuma orang yang melakukan in atau gate out itu banyaknya di Bogor,” jelasnya.
Untuk mengantisipasi fenomena mudik lokal, pihaknya akan melakukan pembatasan jam operasional. Termasuk juga jumlah armada yang beroperasi akan dibatasi hanya 886 kereta saja setiap harinya.
Lihat Juga :