Jangan Suudzon! Tak Ada Cari Untung dari Harga Vaksin Gotong Royong
Rabu, 19 Mei 2021 - 17:05 WIB
loading...
Foto/Ilustrasi/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menegaskan, tidak ada komersialisasi harga vaksin gotong royong . Harga vaksin Covid-19 ditetapkan pemerintah dan Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) sebesar Rp1 juta per orang.
Kementerian BUMN dinilai transparan sejak awal program vaksinasi bagi korporasi swasta dan pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) tersebut.
Baca juga:Tak Tanggung-Tanggung, Usai Merger GoTo Bakal Lakukan Dual Listing
"Mengenai harga, sejak awal kami dari Kementerian BUMN sangat terbuka. Kita tidak berpikir untuk komersialisasi daripada vaksin Covid-19 sendiri," ujar Erick Rabu, (17/5/2021).
Dalam skemanya, setiap karyawan akan mendapatkan dua kali suntikan dosis vaksin Covid-19. Satu kali suntikan dibebankan sebesar Rp500.000. Jumlah itu terbagi atas Rp375.000 satu dosis vaksin dan satu kali penyuntikan senilai Rp125.000.
Kementerian BUMN dinilai transparan sejak awal program vaksinasi bagi korporasi swasta dan pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) tersebut.
Baca juga:Tak Tanggung-Tanggung, Usai Merger GoTo Bakal Lakukan Dual Listing
"Mengenai harga, sejak awal kami dari Kementerian BUMN sangat terbuka. Kita tidak berpikir untuk komersialisasi daripada vaksin Covid-19 sendiri," ujar Erick Rabu, (17/5/2021).
Dalam skemanya, setiap karyawan akan mendapatkan dua kali suntikan dosis vaksin Covid-19. Satu kali suntikan dibebankan sebesar Rp500.000. Jumlah itu terbagi atas Rp375.000 satu dosis vaksin dan satu kali penyuntikan senilai Rp125.000.
Lihat Juga :