Porsi Kredit Perbankan Indonesia ke UMKM Salah Satu yang Terkecil di ASEAN
Rabu, 19 Mei 2021 - 23:13 WIB
loading...
A
A
A
Jika mereka bisa mendapatkan Rp20 miliar dengan bunga yang kompetitif, tentu akan menjadi kesempatan mengembangkan usaha UMKM naik kelas. Dia mengatakan, struktur ekonomi sekarang berbahaya karena di antara industri besar dan usaha mikro ada gap yang kosong.
"Karena, pembiayaan sekarang, maaf saja, banyak yang mikro tapi boleh dikatakan gagal untuk naik kelas. Itu yang mau kita ubah, ini sudah disepakati oleh Pak Presiden, dan sekarang kami dengan Menko Perekonomian sedang menyiapkan KUR khusus yang sampai Rp20 miliar tadi," tandasnya.
Baca juga:6 Alasan untuk Tidak Mengunduh Aplikasi WhatsApp GB
Dia mengatakan, pihaknya juga akan melakukan pendekatan secara profesional, bukan hanya birokrasi lagi. Kemenkop UKM akan mengumpulkan UMKM unggul, yang produknya bisa bersaing, inovatif model bisnisnya, untuk dimasukkan ke dalam inkubator baik komunitas kampus, dan diintegrasikan dengan pembiayaan.
"Sehingga mereka yang punya ide untuk membuat produk atau mode bisnis, ini didampingi lalu diintegrasikan dengan pembiayaan. Inilah makanya kenapa UMKM di Jepang dan Korea Selatan bisa besar, kita copy modelnya. Tapi sekali lagi, kita harus fokus pada keunggulan domestik kita, yang namanya ikut-ikutan tidak akan bisa bertahan," pungkas Teten.
"Karena, pembiayaan sekarang, maaf saja, banyak yang mikro tapi boleh dikatakan gagal untuk naik kelas. Itu yang mau kita ubah, ini sudah disepakati oleh Pak Presiden, dan sekarang kami dengan Menko Perekonomian sedang menyiapkan KUR khusus yang sampai Rp20 miliar tadi," tandasnya.
Baca juga:6 Alasan untuk Tidak Mengunduh Aplikasi WhatsApp GB
Dia mengatakan, pihaknya juga akan melakukan pendekatan secara profesional, bukan hanya birokrasi lagi. Kemenkop UKM akan mengumpulkan UMKM unggul, yang produknya bisa bersaing, inovatif model bisnisnya, untuk dimasukkan ke dalam inkubator baik komunitas kampus, dan diintegrasikan dengan pembiayaan.
"Sehingga mereka yang punya ide untuk membuat produk atau mode bisnis, ini didampingi lalu diintegrasikan dengan pembiayaan. Inilah makanya kenapa UMKM di Jepang dan Korea Selatan bisa besar, kita copy modelnya. Tapi sekali lagi, kita harus fokus pada keunggulan domestik kita, yang namanya ikut-ikutan tidak akan bisa bertahan," pungkas Teten.
(uka)
Lihat Juga :