Menang Telak Lawan Trump, Zhang Yiming Mundur dari CEO TikTok
Kamis, 20 Mei 2021 - 14:17 WIB
loading...
CEO Tiktok Zhang Yiming. FOTO/Financial Times
A
A
A
JAKARTA - Pada musim panas 2020, Presiden AS Donald Trump memiliki obsesi aneh terhadap TikTok . Di tengah pengangguran meningkat akibat pandemi Covid-19 dan kerusuhan rasial masyarakat AS beralih ke aplikasi media sosial milik China itu.
Namun secara mengejutkan, Trump mengeluarkan sepasang perintah eksekutif melarang TikTok dipakai di AS kecuali teknologinya dialihkan ke perusahaan AS. Pendiri perusahaan induk TikTok, ByteDance Ltd., Zhang Yiming secara terbuka bernegosiasi selama berbulan-bulan untuk menjual TikTok.
Baca Juga: Bandara Changi Shut Down, Singapore Airlines Rugi Rp45,76 Triliun
Meski begitu, strategi lainnya tetap dilakukan, ByteDance menunggu Trump lengser dari jabatannya. Setelah Trump tidak terpilih dan Joe Biden pindah ke Gedung Putih, pemerintahannya secara resmi mengizinkan TikTok beroperasi di AS. Berdasarkan laporan firma riset pasar App Annie TikTok sampai saat ini menjadi aplikasi yang paling banyak diunduh di dunia dan pertumbuhannya cukup pesat. Bahkan TikTok telah memperluas operasi e-niaga dan streaming langsungnya serta menyesuaikan dengan lebih banyak artis musik dan pemberi pengaruh media sosial, sambil terus memperkuat masuk budaya Amerika.
"Untuk TikTok, tidak ada strategi yang lebih baik yang dapat saya pikirkan selain mendapatkan suara yang paling berpengaruh dan menyelaraskannya dengan produk saya, menyelaraskannya dengan preferensi kebijakan saya," kata Bret Bruen, mantan diplomat AS di era kepresidenan Barack Obama seperti dilansir dari Bloomberg, Kamis (20/5/2021).
Namun secara mengejutkan, Trump mengeluarkan sepasang perintah eksekutif melarang TikTok dipakai di AS kecuali teknologinya dialihkan ke perusahaan AS. Pendiri perusahaan induk TikTok, ByteDance Ltd., Zhang Yiming secara terbuka bernegosiasi selama berbulan-bulan untuk menjual TikTok.
Baca Juga: Bandara Changi Shut Down, Singapore Airlines Rugi Rp45,76 Triliun
Meski begitu, strategi lainnya tetap dilakukan, ByteDance menunggu Trump lengser dari jabatannya. Setelah Trump tidak terpilih dan Joe Biden pindah ke Gedung Putih, pemerintahannya secara resmi mengizinkan TikTok beroperasi di AS. Berdasarkan laporan firma riset pasar App Annie TikTok sampai saat ini menjadi aplikasi yang paling banyak diunduh di dunia dan pertumbuhannya cukup pesat. Bahkan TikTok telah memperluas operasi e-niaga dan streaming langsungnya serta menyesuaikan dengan lebih banyak artis musik dan pemberi pengaruh media sosial, sambil terus memperkuat masuk budaya Amerika.
"Untuk TikTok, tidak ada strategi yang lebih baik yang dapat saya pikirkan selain mendapatkan suara yang paling berpengaruh dan menyelaraskannya dengan produk saya, menyelaraskannya dengan preferensi kebijakan saya," kata Bret Bruen, mantan diplomat AS di era kepresidenan Barack Obama seperti dilansir dari Bloomberg, Kamis (20/5/2021).
Lihat Juga :