Bandara Changi Shut Down, Singapore Airlines Rugi Rp45,76 Triliun
Kamis, 20 Mei 2021 - 12:58 WIB
loading...
Ilustrasi. FOTO/REUTERS
A
A
A
JAKARTA - Maskapai penerbangan Asia telah melakukan restrukturisasi bisnisnya secara besar-besaran sebagai upaya bangkit dari dampak pandemi Covid-19. Namun berdasarkan hasil kuartalan terbaru masih banyak maskapai yang mencatatkan kerugian besar akibat meledaknya kasus varian baru corona.
Salah satu maskapai yang mencatatkan kerugian ialah Singapore Airlines . Dilansir dari Nikkei, Kamis (20/5/2021) perusahaan maskapai tersebut mencatatkan kerugian bersih sekitar 660 juta dolar Singapura atau USD490 juta untuk kuartal Januari-Maret menyebabkan kerugian bersih tahunan sebesar SG$4,27 miliar atau USD3,20 miliar setara Rp45,76 triliun.
Sepanjang Maret 2021, Singapore Airlines hanya melayani 596.000 penumpang, turun 98% dari tahun lalu karena pembatasan perjalanan global untuk menangkis penyebaran Covid-19. Meski begitu, bisnis kargo bernasib lebih baik dengan penurunan volume 39% dari tahun sebelumnya, berkat permintaan global yang tinggi untuk peralatan medis dan pengiriman e-commerce.
Baca Juga: Singapura Lockdown, Bandara Changi Tutup 14 Hari
Disisi biaya perawatan Singapore Airlines menganggarkan SG$1,7 miliar untuk 45 pesawat turun untuk meningkatkan pemulihan bisnis. Tetapi prospek maskapai ini tetap tidak pasti, terutama karena banyak pasar utamanya, seperti India, Thailand, dan Jepang, sekarang mengalami peningkatan kasus corona. Di samping itu, kecepatan vaksinasi di Asia lebih lambat daripada di AS dan Eropa. Dalam waktu normal, Singapore Airlines terbang ke 13 kota di India, termasuk Mumbai dan Chennai. Apalagi awal pekan ini, Singapura dan Hong Kong menangguhkan penerbangan karena meningkatkan kasus corona.
Salah satu maskapai yang mencatatkan kerugian ialah Singapore Airlines . Dilansir dari Nikkei, Kamis (20/5/2021) perusahaan maskapai tersebut mencatatkan kerugian bersih sekitar 660 juta dolar Singapura atau USD490 juta untuk kuartal Januari-Maret menyebabkan kerugian bersih tahunan sebesar SG$4,27 miliar atau USD3,20 miliar setara Rp45,76 triliun.
Sepanjang Maret 2021, Singapore Airlines hanya melayani 596.000 penumpang, turun 98% dari tahun lalu karena pembatasan perjalanan global untuk menangkis penyebaran Covid-19. Meski begitu, bisnis kargo bernasib lebih baik dengan penurunan volume 39% dari tahun sebelumnya, berkat permintaan global yang tinggi untuk peralatan medis dan pengiriman e-commerce.
Baca Juga: Singapura Lockdown, Bandara Changi Tutup 14 Hari
Disisi biaya perawatan Singapore Airlines menganggarkan SG$1,7 miliar untuk 45 pesawat turun untuk meningkatkan pemulihan bisnis. Tetapi prospek maskapai ini tetap tidak pasti, terutama karena banyak pasar utamanya, seperti India, Thailand, dan Jepang, sekarang mengalami peningkatan kasus corona. Di samping itu, kecepatan vaksinasi di Asia lebih lambat daripada di AS dan Eropa. Dalam waktu normal, Singapore Airlines terbang ke 13 kota di India, termasuk Mumbai dan Chennai. Apalagi awal pekan ini, Singapura dan Hong Kong menangguhkan penerbangan karena meningkatkan kasus corona.
Lihat Juga :