Pesawat 'Sundul' Garbarata di Bandara Bali, Ini Penjelasan Batik Air
Minggu, 23 Mei 2021 - 16:06 WIB
loading...
Foto/Ilustrasi
A
A
A
JAKARTA - Lion Air Group buka suara terkait insiden pesawat Batik Air yang menabrak garbarata di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Denpasar, Bali, Sabtu (22/5) pagi. Pesawat dimaksud berjenis Airbus 320-200 registrasi PK- LUV.
Batik Air mengoperasikan pesawat tersebut untuk melayani penerbangan ID-6506 dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta di Tangerang menuju Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai di Denpasar, Bali.
Corporate Communications Strategic Batik Air, Danang Mandala Prihantoro mengatakan, saat tiba di bandara Ngurah Rai, pesawat mendarat mulus dan bersiap menuju landas parkir (apron) yang telah ditentukan. Rencananya, pesawat tersebut akan menggunakan fasilitas jembatan penghubung gedung terminal ke pesawat udara atau garbarata.
Baca juga: Pesawat Batik Air Tabrak Garbarata di Bandara Ngurah Rai, Semua Penumpang Selamat
Proses parkir pun dijalankan sesuai standar operasional prosedur (SOP). Komunikasi dan koordinasi antara awak pesawat dengan petugas darat yang memberikan komando kepada pilot untuk memarkirkan pesawat (marshaller) pun dilakukan.
“Saat koordinasi masih berlangsung, tiba-tiba bagian atas permukaan mesin pesawat nomor satu atau sebelah menyentuh bagian ujung garbarata,” ujarnya saat dihubungi MNC Portal Indonesia, Minggu (23/5/2021).
Akibat insiden tersebut, garbarata terpaksa tidak bisa digunakan sementara. Sebagai gantinya, penumpang dan kru pesawat turun dari pesawat dengan menggunakan tangga manual.
Batik Air mengoperasikan pesawat tersebut untuk melayani penerbangan ID-6506 dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta di Tangerang menuju Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai di Denpasar, Bali.
Corporate Communications Strategic Batik Air, Danang Mandala Prihantoro mengatakan, saat tiba di bandara Ngurah Rai, pesawat mendarat mulus dan bersiap menuju landas parkir (apron) yang telah ditentukan. Rencananya, pesawat tersebut akan menggunakan fasilitas jembatan penghubung gedung terminal ke pesawat udara atau garbarata.
Baca juga: Pesawat Batik Air Tabrak Garbarata di Bandara Ngurah Rai, Semua Penumpang Selamat
Proses parkir pun dijalankan sesuai standar operasional prosedur (SOP). Komunikasi dan koordinasi antara awak pesawat dengan petugas darat yang memberikan komando kepada pilot untuk memarkirkan pesawat (marshaller) pun dilakukan.
“Saat koordinasi masih berlangsung, tiba-tiba bagian atas permukaan mesin pesawat nomor satu atau sebelah menyentuh bagian ujung garbarata,” ujarnya saat dihubungi MNC Portal Indonesia, Minggu (23/5/2021).
Akibat insiden tersebut, garbarata terpaksa tidak bisa digunakan sementara. Sebagai gantinya, penumpang dan kru pesawat turun dari pesawat dengan menggunakan tangga manual.
Lihat Juga :