Produk Hasil Laut Indonesia Bakal Mejeng di Bandara dan Rest Area
Selasa, 25 Mei 2021 - 00:38 WIB
loading...
Pelaku UMKM sektor kelautan dan perikanan bakal diberikan tempat strategis untuk memasarkan produknya seperti di bandara dan rest area. Foto/Dok
A
A
A
TANGERANG - Pelaku UMKM sektor kelautan dan perikanan bakal diberikan tempat strategis untuk memasarkan produknya seperti di bandara dan rest area. Hal ini sebagai persiapan agar produk hasil laut Indonesia menembus pasar internasional dan layak untuk ekspor.
Dirjen Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP) Artati Widiarti mengungkapkan, UMKM binaan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) juga akan difasilitasi ini untuk membantu pelaku UMKM bisa melebarkan sayap hingga ke pasar internasional. Jika sudah dianggap mampu, maka UMKM tersebut akan dilepas agar bisa menjalankan bisnis secara mandiri.
"Kalau untuk ekspor memang belum ada, tapi dengan adanya gerai di Bandara Soekarno-Hatta kami berharap dengan adanya pengunjung di sini bisa melihatnya produknya secara langsung jadi bisa menimbulkan efek yang besar," ujarnya pada Senin (24/5/2021).
Baca Juga: Trenggono Lepas Ekspor Produk Perikanan Senilai Rp1 Triliun
Untuk saat ini ada sekitar 1400 UMKM telah bergabung ke program pasar laut Indonesia dan terbagi menjadi tiga kategori, yaitu Binaan, Bagus dan Unggulan. Produk yang mereka hasilkan juga diberikan tempat penjualan agar masyarakat semakin mengenal produk hasil laut.
Sementara untuk jumlah produk hasil laut yang saat ini dipasarkan mencapai 2.000 produk. "Kemarin juga ada pengalaman salah satu UMKM binaan KKP sebelumnya yang omzet penjualan mencapai satu miliar dalam satu bulan penjualan di salah satu bandara," ucapnya.
Artati menambahkan, pihaknya juga mengenalkan produk hasil laut selain makanan, seperti perhiasan dan produk kecantikan. Ini membuktikan bahwa laut Indonesia memiliki potensi besar selain olahan makanan.
Dirjen Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP) Artati Widiarti mengungkapkan, UMKM binaan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) juga akan difasilitasi ini untuk membantu pelaku UMKM bisa melebarkan sayap hingga ke pasar internasional. Jika sudah dianggap mampu, maka UMKM tersebut akan dilepas agar bisa menjalankan bisnis secara mandiri.
"Kalau untuk ekspor memang belum ada, tapi dengan adanya gerai di Bandara Soekarno-Hatta kami berharap dengan adanya pengunjung di sini bisa melihatnya produknya secara langsung jadi bisa menimbulkan efek yang besar," ujarnya pada Senin (24/5/2021).
Baca Juga: Trenggono Lepas Ekspor Produk Perikanan Senilai Rp1 Triliun
Untuk saat ini ada sekitar 1400 UMKM telah bergabung ke program pasar laut Indonesia dan terbagi menjadi tiga kategori, yaitu Binaan, Bagus dan Unggulan. Produk yang mereka hasilkan juga diberikan tempat penjualan agar masyarakat semakin mengenal produk hasil laut.
Sementara untuk jumlah produk hasil laut yang saat ini dipasarkan mencapai 2.000 produk. "Kemarin juga ada pengalaman salah satu UMKM binaan KKP sebelumnya yang omzet penjualan mencapai satu miliar dalam satu bulan penjualan di salah satu bandara," ucapnya.
Artati menambahkan, pihaknya juga mengenalkan produk hasil laut selain makanan, seperti perhiasan dan produk kecantikan. Ini membuktikan bahwa laut Indonesia memiliki potensi besar selain olahan makanan.
Lihat Juga :