Astra Siap Buat Mobil Listrik, Tapi Kalau Gak Ada Stasiun Chargingnya Buat Apa?

loading...
Astra Siap Buat Mobil Listrik, Tapi Kalau Gak Ada Stasiun Chargingnya Buat Apa?
Ilustrasi. FOTO/IST
JAKARTA - Pemerintah Indonesia serius untuk menyambut era kendaraan listrik di dalam negeri, salah satunya dengan menyiapkan banyak regulasi. Regulasi mulai dari Peraturan Presiden hingga turunannya setingkat kementerian.

Tentunya hal tersebut disambut baik oleh perusahaan besar otomotif, salah satunya PT Astra International Tbk (ASII). Astra menyebut bahwa pihaknya telah lebih dahulu mengenalkan konsep mobil listrik seperti dalam bentuk hybrid.

"Astra sendiri sebenarnya kami sudah pada tahap dimana kami sudah memperkenalkan mobil elektrifikasi.
Jadi, kalau teman-teman lihat Toyota sejak tahun 2010 sudah banyak kendaraan elektrifikasi yang dikeluarkan, baik itu Hybrid, Plug in Hybrid, maupun full batery EV, kalau ga salah ada total 10 (mobil)," ujar Head of Investor Relations Astra International, Tira Ardianti dalam acara Workshop Wartawan Pasar Modal Group Astra secara virtual, Selasa (25/5/2021).

Baca Juga: Kabar Baik PPnBm, Penjualan Mobil Astra Laris Manis

Tira menambahkan, untuk perkembangan ke depan, Astra mencoba untuk mulai melakukan lokalisasi produksi mobil listrik di Tanah Air. Namun, dia tidak menjelaskan kapan rencana tersebut berjalan.

"Untuk perkembangan ke depan, Astra mencoba untuk mulai lokalisasi memproduksi itu, artinya sudah tidak perlu diimpor kalau bisa kita bisa produksi di Indonesia," kata dia.



Dia mengatakan, lada dasarnya Astra bersama seluruh partner mendukung agenda pemerintah untuk elektrifikasi kendaraan, tetapi perkembangannya seperti apa masih harus dicermati dari waktu ke waktu, karena hal tersebut bukan sekadar produksi mobil listrik tapi juga bagaimana kesiapan pasar di Indonesia.

Baca Juga: Tutup Seluruh Gerai, Giant Bakal Disulap Jadi IKEA

"Karena keberhasilan mobil listrik di negara lain itu bisa karena ada subsidi pemerintah seperti China, sebab harus diakui bahwa teknologinya masih mahal dan memproduksi baterai murah masih belum ketemu. Kemudian, kalau misalnya mau dijual sampai harga ekonomis harus memenuhi skala volume tertentu," ucapnya.

"Selain itu dipikirkan juga infrastrukturnya masih merupakan PR juga, mobilnya ada kalau charging station tidak tersedia susah juga. Jadi, ini bukan soal memproduksi mobil, menjual mobil listrik tetapi juga harus berpikir secara menyeluruh," sambungnya.
(nng)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top