Tiga Negara Tetangga Lockdown, Ekspor RI Bisa Terhambat
Selasa, 25 Mei 2021 - 13:24 WIB
loading...
Ilustrasi. FOTO/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Sejumlah negara di Asia seperti Singapura, Malaysia, dan Taiwan melakukan lockdown untuk mengendalikan kasus penularan Covid-19.Ketua Komite Tetap Pengembangan Ekspor Kadin Indonesia Handito Joewono mengatakan, adanya lockdown ketiga negara tersebut bisa berdampak pada kinerja ekspor Indonesia jika diberlakukan dalam jangka waktu lama. "Lockdown ini pasti punya pengaruh signifikan untuk Indonesia," ujarnya dalam Market Review IDX Channel, Senin (24/5/2021).
Baca Juga: Tutup Seluruh Gerai, Giant Bakal Disulap Jadi IKEA
Menurut dia, pengaruh yang paling terasa dari tiga negara tersebut adalah Singapura. Hal ini karena Singapura tidak hanya sekadar menjadi negara tujuan ekspor Indonesia namun juga menjadi jalur perdagangan Indonesia. "Kita berharap ini tidak terlalu lama terjadi. Namun jika ini terjadi lama, maka kuncinya adalah bagaimana kita menata ulang ekspor ke depannya," ungkapnya.
Baca Juga: Waspada! Sri Mulyani Ungkap Berbagai Ancaman Ekonomi Dunia
Handito menuturkan, Indonesia masih bergantung pada ekspor komoditas sehingga perlu ditata ulang agar barang yang diekspor bisa memberikan nilai tambah. "Ini yang harus kita dorong sehingga kita tidak bergantung pada komoditas tertentu. Kita juga harus optimis mengembangkan ekspor-ekspor yang baru dari para pelaku usaha baru," ungkapnya.
Baca Juga: Tutup Seluruh Gerai, Giant Bakal Disulap Jadi IKEA
Menurut dia, pengaruh yang paling terasa dari tiga negara tersebut adalah Singapura. Hal ini karena Singapura tidak hanya sekadar menjadi negara tujuan ekspor Indonesia namun juga menjadi jalur perdagangan Indonesia. "Kita berharap ini tidak terlalu lama terjadi. Namun jika ini terjadi lama, maka kuncinya adalah bagaimana kita menata ulang ekspor ke depannya," ungkapnya.
Baca Juga: Waspada! Sri Mulyani Ungkap Berbagai Ancaman Ekonomi Dunia
Handito menuturkan, Indonesia masih bergantung pada ekspor komoditas sehingga perlu ditata ulang agar barang yang diekspor bisa memberikan nilai tambah. "Ini yang harus kita dorong sehingga kita tidak bergantung pada komoditas tertentu. Kita juga harus optimis mengembangkan ekspor-ekspor yang baru dari para pelaku usaha baru," ungkapnya.
(nng)
Lihat Juga :