Stakeholder Pariwisata Berharap Penyelenggaraan Munas Kadin VIII Tetap di Bali
Jum'at, 28 Mei 2021 - 19:32 WIB
loading...
Kedatangan 2.000 peserta Munas Kadin VIII beserta keluarganya ke Bali amat diharapkan dapat kembali menggeliatkan pariwisata Pulau Dewata. Foto/Ilustrasi
A
A
A
JAKARTA - Para pemangku kepentingan (stakeholder) pariwisata Bali mengharapkan penyelenggaraan Musyawarah Nasional (Munas) Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia VIII tetap dilaksanakan di Bali.
"Kalau kami berharap mudah-mudahan bisa diselenggarakan di Bali, karena bagi dunia pariwisata kan yang terpenting adalah market atau ada demand. Kalau jadi di Bali kan rencananya 2.000 peserta itu akan memberikan optimisme kepada insan-insan pariwisata kita," ungkap Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali Putu Astawa melalui keterangan tertulis, Jumat (28/5/2021).
Baca Juga: Sandiaga Uno Apresiasi Munas Kadin Digelar di Bali
Dia memaklumi bahwa persoalan jadi atau tidaknya penyelenggaraan Munas di Bali itu tergantung dari keputusan pihak Kadin. Namun, imbuh dia, dirinya maupun dunia wisata Bali tentu akan sangat menyayangkan jika pelaksanaan kegiatan tersebut tidak jadi digelar di Pulau Dewata.
"Pastilah sangat menyanyangkan karena kita kan yang paling terpuruk. Apalagi Bali selain memiliki tempat yang memadai dan juga berpengalaman, kegiatan itu akan memberikan optimisme," imbuh Putu Astawa.
"Kalau kami berharap mudah-mudahan bisa diselenggarakan di Bali, karena bagi dunia pariwisata kan yang terpenting adalah market atau ada demand. Kalau jadi di Bali kan rencananya 2.000 peserta itu akan memberikan optimisme kepada insan-insan pariwisata kita," ungkap Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali Putu Astawa melalui keterangan tertulis, Jumat (28/5/2021).
Baca Juga: Sandiaga Uno Apresiasi Munas Kadin Digelar di Bali
Dia memaklumi bahwa persoalan jadi atau tidaknya penyelenggaraan Munas di Bali itu tergantung dari keputusan pihak Kadin. Namun, imbuh dia, dirinya maupun dunia wisata Bali tentu akan sangat menyayangkan jika pelaksanaan kegiatan tersebut tidak jadi digelar di Pulau Dewata.
"Pastilah sangat menyanyangkan karena kita kan yang paling terpuruk. Apalagi Bali selain memiliki tempat yang memadai dan juga berpengalaman, kegiatan itu akan memberikan optimisme," imbuh Putu Astawa.
Lihat Juga :