Belajar dari Korsel, Ekonomi Kreatif RI Bisa Jadi Motor Pemulihan Ekonomi
Jum'at, 28 Mei 2021 - 20:41 WIB
loading...
A
A
A
“Indonesia memiliki potensi besar dalam ekonomi kreatif, saya mengajak milenial belajar dari Korea Selatan yang sukses mengemas seni dan budaya menjadi industri kreatif yang menembus pasar global,” kata Guntur Subagja.
Melihat potensi yang sangat besar ini, Guntur menyebutkan saatnya Indonesia mengembangkan ekonomi utama (core economy) yang fokus pada sektor pertanian dan perikanan serta sektor ekonomi kreatif. “Pertanian, khususnya pangan untuk memenuhi kebutuhan nasional, tanpa harus mengimpor,” ujar Guntur yang juga Ketua Umum Insan Tani dan Nelayan Indonesia (Intani).
Baca Juga : Percepat Pemulihan Ekonomi Nasional, Pemerintah Dorong Sinergi Konsumen Berdaya dan Pelaku Usaha
Guntur mengungkapkan, tantangan dan dampak pandemi Covid-19 cukup berat. UMKM banyak yang tutup, kemiskinan meningkat dan pengangguran bertambah. Karena itu perlu inovasi dan kreativitas mengembangkan sektor-sektor ekonomi yang potensial.
Webinar internasional yang diikuti sekitar 1000 peserta milenial Indonesia yang berada di berbagai negara berlangsung selama tiga hari, 28-30 Mei 2021, dengan tema "Sustainble Development Goals (SDGs)".
Pada hari pertama menghadirkan narasumber Guntur Subagja Mahardika (Asisten Staf Khusus Wapres RI), Bambang Satrio Lelono (Kepala Barenbang Kementerian Tenaga Kerja), Imam Gunawan (Asisten Deputi Kewirausahaan Pemuda Kemenpora), Raden Ahmad Nabhan (Baznas Millennialpreneur, dan Abdul Azis Nawawi (Ketua Umum Santri Mendunia).
Melihat potensi yang sangat besar ini, Guntur menyebutkan saatnya Indonesia mengembangkan ekonomi utama (core economy) yang fokus pada sektor pertanian dan perikanan serta sektor ekonomi kreatif. “Pertanian, khususnya pangan untuk memenuhi kebutuhan nasional, tanpa harus mengimpor,” ujar Guntur yang juga Ketua Umum Insan Tani dan Nelayan Indonesia (Intani).
Baca Juga : Percepat Pemulihan Ekonomi Nasional, Pemerintah Dorong Sinergi Konsumen Berdaya dan Pelaku Usaha
Guntur mengungkapkan, tantangan dan dampak pandemi Covid-19 cukup berat. UMKM banyak yang tutup, kemiskinan meningkat dan pengangguran bertambah. Karena itu perlu inovasi dan kreativitas mengembangkan sektor-sektor ekonomi yang potensial.
Webinar internasional yang diikuti sekitar 1000 peserta milenial Indonesia yang berada di berbagai negara berlangsung selama tiga hari, 28-30 Mei 2021, dengan tema "Sustainble Development Goals (SDGs)".
Pada hari pertama menghadirkan narasumber Guntur Subagja Mahardika (Asisten Staf Khusus Wapres RI), Bambang Satrio Lelono (Kepala Barenbang Kementerian Tenaga Kerja), Imam Gunawan (Asisten Deputi Kewirausahaan Pemuda Kemenpora), Raden Ahmad Nabhan (Baznas Millennialpreneur, dan Abdul Azis Nawawi (Ketua Umum Santri Mendunia).
(dar)
Lihat Juga :