Rempah dan Bumbu Asal Indonesia Kurang Dikenal, Luhut Bergerak
Sabtu, 29 Mei 2021 - 03:37 WIB
loading...
Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi, Luhut Pandjaitan tengah menggelorakan kembali kekayaan warisan nenek moyang yakni rempah dan bumbu tradisional asal Indonesia. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi, Luhut Pandjaitan tengah menggelorakan kembali kekayaan warisan nenek moyang yakni rempah dan bumbu tradisional asal Indonesia. Hal itu dilakukan melalui program bertajuk Indonesia Spice Up The World yang merupakan kerja sama lintas sektor kementerian dan lembaga.
“Tujuan utamanya adalah meningkatkan pertumbuhan ekspor pangan olahan, terutama bumbu melalui pemanfaatan rantai produksi global serta perluasan target pasar,” ucap Menko Marves, Luhut B. Pandjaitan di Jakarta.
Baca Juga: Peradaban di Pantai Gesing Gunungkidul, Lokasi Sandar Kapal Asing untuk Berburu Rempah
Dirinya menerangkan, bahwa program ini dicanangkan atas keprihatinan terkait kurang dikenalnya bumbu asli Indonesia, padahal memiliki cita rasa yang khas dan potensi yang tinggi. Dilihat dari pemenuhan pasar mancanegara, menurut Menko Luhut, Indonesia hanya mampu memenuhi 0,67% kebutuhan bumbu di Afrika dan sekitar 3,87% kebutuhan di Australia.
“Indonesia perlu mendorong peningkatan produk bumbu masakan dan restoran sebagai etalase kuliner Indonesia di luar negeri,” imbuhnya.
Baca Juga: Baterai Mobil Listrik Buatan Indonesia Target Hadir di 2023, Luhut Bercerita Soal Hilirisasi
Dalam kesempatan yang sama Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi menegaskan, dukungan dari Kementerian Perdagangan atas program ini terlihat dengan penunjukan Dirjen Pengembangan Ekspor Nasional sebagai penanggung jawab.
“Kami di Kementerian Perdagangan saat ini tengah membuat pemetaan terkait rantai perdagangan bumbu dan rempah ini, khususnya untuk wilayah Afrika. Terkait dengan peluncuran Indonesia Spice Up The World di World Expo di Dubai mendatang, kami akan terus berkoordinasi dengan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif,” ungkap Mendag Muhammad Lutfi.
“Tujuan utamanya adalah meningkatkan pertumbuhan ekspor pangan olahan, terutama bumbu melalui pemanfaatan rantai produksi global serta perluasan target pasar,” ucap Menko Marves, Luhut B. Pandjaitan di Jakarta.
Baca Juga: Peradaban di Pantai Gesing Gunungkidul, Lokasi Sandar Kapal Asing untuk Berburu Rempah
Dirinya menerangkan, bahwa program ini dicanangkan atas keprihatinan terkait kurang dikenalnya bumbu asli Indonesia, padahal memiliki cita rasa yang khas dan potensi yang tinggi. Dilihat dari pemenuhan pasar mancanegara, menurut Menko Luhut, Indonesia hanya mampu memenuhi 0,67% kebutuhan bumbu di Afrika dan sekitar 3,87% kebutuhan di Australia.
“Indonesia perlu mendorong peningkatan produk bumbu masakan dan restoran sebagai etalase kuliner Indonesia di luar negeri,” imbuhnya.
Baca Juga: Baterai Mobil Listrik Buatan Indonesia Target Hadir di 2023, Luhut Bercerita Soal Hilirisasi
Dalam kesempatan yang sama Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi menegaskan, dukungan dari Kementerian Perdagangan atas program ini terlihat dengan penunjukan Dirjen Pengembangan Ekspor Nasional sebagai penanggung jawab.
“Kami di Kementerian Perdagangan saat ini tengah membuat pemetaan terkait rantai perdagangan bumbu dan rempah ini, khususnya untuk wilayah Afrika. Terkait dengan peluncuran Indonesia Spice Up The World di World Expo di Dubai mendatang, kami akan terus berkoordinasi dengan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif,” ungkap Mendag Muhammad Lutfi.
(akr)
Lihat Juga :