Perseteruan Indonesia dengan Brasil Soal Daging Ayam Masuki Babak Baru

Senin, 31 Mei 2021 - 14:32 WIB
loading...
Perseteruan Indonesia...
Foto/Ilustrasi/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Kasus sengketa impor daging ayam antara Indonesia dengan Brasil memasuki babak baru. Saat ini kasus sengketa itu sudah memasuki proses banding. Proses tersebut diawali dengan konsultasi di akhir tahun 2014. Kemudian bergulir pada tahapan panel awal kurang lebih kuartal terakhir di tahun 2018.

Dirjen PPI Kementerian Perdagangan Djatmoko Bris Witjaksono menerangkan, Desember 2014 secara resmi kasus sengketa ayam sudah melewati tahap konsultasi. Lanjutnya, panel dibentuk di triwulan pertama tahun 2016 dan permintaan pembentukan panelnya di kuartal terakhir 2015.

Baca juga:Sektor Ritel Berguguran, Sinyalnya Sudah Terlihat dalam 4 Tahun Terakhir

Witjaksono memaparkan bahwa panel dibentuk pada awal kuartal di tahun 2015 dengan proses panjang. Setalah tahapan panel original yang makan waktu dua tahun, kedua belah pihak sepakat untuk masuk ke tahapan panel kepatuhan.

Panel kepatuhan ini digunakan untuk melihat sejauh mana para pihak menindaklanjuti keputusan atau rekomendasi dari panel original. Dari dua hasil proses panel tersebut, di awal tahun 2015 Brasil berposisi sebagai penggugat. Indonesia dikenai tuduhan tujuh gugatan yang disampaikan oleh pihak Negeri Samba itu.

Seiring berjalannya waktu proses, panel memutuskan bahwa Indonesia masih ada 2 hal yang dianggap belum sesuai dengan ketentuan WTO.

WTO merupakan satu-satunya lembaga perdagangan dunia yang memiliki suatu mekanisme penyelesaian sengketa yang sejauh ini dianggap paling efektif. Artinya, semua anggota WTO memiliki hak untuk menggunakan jalur penyelesaian sengketa, namun hasilnya tergantung dari proses litigasi di WTO.

Witjaksono menegaskan bahwa Indonesia sudah melakukan sesuai dengan ketentuan yang berlaku di WTO. Sementara dari pihak Brasil beranggapan sebaliknya. Bahwa izin peredaran di Indonesia dalam konteks pemasukan unggas atau ayam dianggap tidak konsisten dengan ketentuan WTO.

Baca juga:Kapal Perang AS Gagal Cegat Rudal saat Kapal Mata-mata Rusia Mendekat?

"Indonesia sebenarnya sudah melakukan langkah dalam mencari solusi ini meskipun ada satu langkah yang secara hukum bisa ditempuh oleh semua pihak untuk mencapai solusi akhir, yaitu masuk ke tahap banding," tuturnya dalam Konferensi Pers secara virtual, Senin (31/5/2021).

Terkait pemberitaan bahwa Indonesia sudah kalah di WTO, hal tersebut dijawab oleh Witjaksono. Ia menilai Indonesia sudah melakukan hal-hal yang sesuai dengan WTO. Dalam kasus sengketa ini, pemerintah tidak membuat itensi untuk mengubah kebijakan sampai kasus ini benar-benar selesai.

"Pemerintah tetap akan menerapkan kebijakan yang sudah ada untuk dilaksanakan. Kita akan menunggu hasilnya seperti apa. Yang terpenting kita akan melakukan secara maksimal untuk melakukan pembelaan substansi dari kasus sengketa ini," tutupnya.
(uka)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pemerintah Pastikan...
Pemerintah Pastikan Harga MinyaKita Naik, Ini Sebabnya
Pemerintah Godok Aturan...
Pemerintah Godok Aturan Baru Kenaikan HET MinyaKita
Bahan Baku Plastik Langka,...
Bahan Baku Plastik Langka, Indonesia Sibuk Cari Sumber Pasokan Alternatif ke 3 Negara
China dan Indonesia...
China dan Indonesia Makin Mesra, Nilai Ekspor Nasional Tembus Rp1.000 Triliun
Dedolarisasi Kian Nyata,...
Dedolarisasi Kian Nyata, BRICS Uji Sistem Pembayaran Baru Tanpa Dolar AS
BPS dan Kemendag Perkuat...
BPS dan Kemendag Perkuat Sinergi Penyediaan Data Harga Bahan Pokok
Prihatin Harga Telur...
Prihatin Harga Telur Anjlok, Sarifah DPR Dorong Kemendag Gandeng BGN
Marco Bezzecchi Juara...
Marco Bezzecchi Juara MotoGP Brasil 2026
Rusuh, Final Pertandingan...
Rusuh, Final Pertandingan Sepak Bola di Brasil Hasilkan 23 Kartu Merah
Rekomendasi
Liga Bintang Juara Hari...
Liga Bintang Juara Hari Kedua: 32 Tim Bertarung Rebut 16 Tiket ke Babak Utama Jakarta
Terungkap! Andri Mulyono...
Terungkap! Andri Mulyono Kongkalikong dengan PPK untuk Dapat Proyek Pengadaan Motor Listrik BGN
Penampakan Andri Mulyono...
Penampakan Andri Mulyono Pakai Rompi Tahanan usai Jadi Tersangka Baru Pengadaan Motor Listrik BGN
Berita Terkini
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan...
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan China, Ekspor Minyak Iran Merosot 80%
SIG Resmikan Fasilitas...
SIG Resmikan Fasilitas Ekspor Tuban, Bidik 450.000 Ton Semen ke AS
Penguatan IHSG dan Rupiah...
Penguatan IHSG dan Rupiah Berlanjut, Pasar Respons Positif Kepastian Posisi Menkeu
Perdana, Danantara Terbitkan...
Perdana, Danantara Terbitkan Obligasi Global Senilai USD1,5 Miliar
Sucofindo Gelar ENSIA...
Sucofindo Gelar ENSIA 2026, Dorong Inovasi Berkelanjutan
Kajian 13 Proyek Hilirisasi...
Kajian 13 Proyek Hilirisasi Rampung Juli, Nilainya Ditaksir Capai Rp239 Triliun
Infografis
15 Negara dengan Militer...
15 Negara dengan Militer Terkuat di Dunia 2025, Indonesia Ungguli Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved