Kemenperin Gencarkan Restrukturisasi Mesin dan Peralatan IKM Kosmetik
Selasa, 01 Juni 2021 - 17:02 WIB
loading...
Industri kosmetik dan wellness product dinilai menunjukkan adaptasi yang tinggi dalam menghadapi situasi pandemi. Foto/Ilustrasi
A
A
A
JAKARTA - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menaruh perhatian besar terhadap industri kecil dan menengah (IKM) kosmetik dan wellness product. Sektor ini dinilai menunjukkan adaptasi yang tinggi dalam menghadapi situasi pandemi, terutama dengan beradaptasi pada perubahan pola perilaku konsumennya.
"Untuk terus bertahan, industri kosmetik dan produk wellness perlu terus beradaptasi dengan kebiasaan baru masyarakat, antara lain dengan menggarap pasar online," ujar Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita pada kunjungan ke IKM kosmetik PT Bali Alus di Denpasar, Bali (1/6/2021).
Baca Juga: Konsumen Melimpah, Industri Kosmetik Berkembang Pesat di Tengah Pandemi COVID-19
Menperin menambahkan, pandemi telah menggeser pola belanja dari offline menjadi online. Hal ini terlihat dari data Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian yang menunjukkan peningkatan transaksi online produk body care seperti kosmetik dan spa sebesar 80% di tahun 2020.
Kebijakan pembatasan sosial menyebabkan konsumen menjadi lebih banyak waktu di rumah, sehingga lebih banyak waktu merawat kulit, badan, dan rambut. Dampaknya, belanja produk perawatan tubuh di rumah semakin meningkat, menggantikan kebutuhan salon dan spa. "Tentunya ini menjadi peluang bagi IKM Kosmetik dan produk spa untuk terus meningkatkan penjualannya," kata Agus.
"Untuk terus bertahan, industri kosmetik dan produk wellness perlu terus beradaptasi dengan kebiasaan baru masyarakat, antara lain dengan menggarap pasar online," ujar Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita pada kunjungan ke IKM kosmetik PT Bali Alus di Denpasar, Bali (1/6/2021).
Baca Juga: Konsumen Melimpah, Industri Kosmetik Berkembang Pesat di Tengah Pandemi COVID-19
Menperin menambahkan, pandemi telah menggeser pola belanja dari offline menjadi online. Hal ini terlihat dari data Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian yang menunjukkan peningkatan transaksi online produk body care seperti kosmetik dan spa sebesar 80% di tahun 2020.
Kebijakan pembatasan sosial menyebabkan konsumen menjadi lebih banyak waktu di rumah, sehingga lebih banyak waktu merawat kulit, badan, dan rambut. Dampaknya, belanja produk perawatan tubuh di rumah semakin meningkat, menggantikan kebutuhan salon dan spa. "Tentunya ini menjadi peluang bagi IKM Kosmetik dan produk spa untuk terus meningkatkan penjualannya," kata Agus.
Lihat Juga :