Fokus Pasar Domestik, Pemerintah Batasi Penerbangan Asing ke Sejumlah Bandara
Kamis, 03 Juni 2021 - 20:16 WIB
loading...
A
A
A
Kementerian BUMN akan memokuskan rute penerbangan Garuda Indonesia dan Citilink di pasar domestik. Langkah itu seiring dengan ceruk pasar domestik yang dinilai potensial.
pUaya tersebut pun sudah dibicarakan dengan manajemen PT Garuda Indonesia (Persero) sejak Januari 2019 atau sebelum pandemi merebak di Indonesia. Erick mencatat, data penerbangan saat ini didominasi oleh penumpang domestik, di mana 78% penumpang menggunakan jasa pesawat untuk bepergian antar pulau.
Baca juga: Laba Seluruh BUMN Anjlok 77%, Erick Thohir: Gara-gara Pandemi Covid-19
Untuk biaya, sebanyak Rp1.400 triliun dikontribusikan oleh turis lokal. Sedangkan 22% atau sekitar Rp300 triliun berasal dari turis mancanegara. “(Kontribusi) turis lokal itu mencapai Rp1.400 triliun, sedangkan turis asing hanya 22% atau sekitar Rp300 triliun. Kalau kita berbisnis ya jelas ini marketnya karena Indonesia juga negara kepulauan,” kata dia di Gedung Kementerian BUMN, Rabu (2/5).
Pemegang saham menilai, langkah tersebut merupakan terobosan paling realistis untuk menyelamatkan industri penerbangan pelat merah. Sebab, kedua maskapai tersebut mempekerjakan setidaknya 1.300 pilot dan awak kabin serta 2.300 pegawai.
pUaya tersebut pun sudah dibicarakan dengan manajemen PT Garuda Indonesia (Persero) sejak Januari 2019 atau sebelum pandemi merebak di Indonesia. Erick mencatat, data penerbangan saat ini didominasi oleh penumpang domestik, di mana 78% penumpang menggunakan jasa pesawat untuk bepergian antar pulau.
Baca juga: Laba Seluruh BUMN Anjlok 77%, Erick Thohir: Gara-gara Pandemi Covid-19
Untuk biaya, sebanyak Rp1.400 triliun dikontribusikan oleh turis lokal. Sedangkan 22% atau sekitar Rp300 triliun berasal dari turis mancanegara. “(Kontribusi) turis lokal itu mencapai Rp1.400 triliun, sedangkan turis asing hanya 22% atau sekitar Rp300 triliun. Kalau kita berbisnis ya jelas ini marketnya karena Indonesia juga negara kepulauan,” kata dia di Gedung Kementerian BUMN, Rabu (2/5).
Pemegang saham menilai, langkah tersebut merupakan terobosan paling realistis untuk menyelamatkan industri penerbangan pelat merah. Sebab, kedua maskapai tersebut mempekerjakan setidaknya 1.300 pilot dan awak kabin serta 2.300 pegawai.
(ind)
Lihat Juga :