PMI Manufaktur Cetak Rekor Bikin Tambah Yakin Ekonomi Bisa Tumbuh 7%
Kamis, 03 Juni 2021 - 22:28 WIB
loading...
A
A
A
Baca Juga: Menko Airlangga: Momentum Akselerasi Pemulihan Ekonomi Terus Berlanjut
Menko Airlangga mengatakan, berdasarkan data IHS Markit menunjukkan, PMI Indonesia jauh lebih tinggi dibandingkan negara-negara lain, yakni berada di atas 50,0 atau di level ekspansi yang menunjukkan perbaikan atau peningkatan dari bulan sebelumnya. Indonesia mencapai yang tertinggi yaitu 55,3 disusul Korea Selatan (53,7), kemudian Vietnam (53,1) dan Jepang (53,0).
PMI Manufaktur Indonesia pada posisi Mei 2021 merupakan yang tertinggi sejak survei pertama kali dilakukan pada April 2011. “Peningkatan PMI Manufaktur Indonesia menunjukkan bahwa sektor industri mulai bangkit, dan ini makin menambah optimisme dan keyakinan akan kenaikan pertumbuhan ekonomi di Triwulan II-2021,” ujar Menko Airlangga.
Berbagai perkembangan positif ini, kata Menko Airlangga, dapat mendukung perekonomian untuk tumbuh di atas 7% (yoy) pada Triwulan II-2021. "Proyeksi ini juga telah mempertimbangkan faktor basis yang rendah pada Triwulan II-2020 lalu (low base effect), juga faktor membaiknya berbagai indikator ekonomi,” ungkap Menko Airlangga.
Menko Airlangga mengatakan, berdasarkan data IHS Markit menunjukkan, PMI Indonesia jauh lebih tinggi dibandingkan negara-negara lain, yakni berada di atas 50,0 atau di level ekspansi yang menunjukkan perbaikan atau peningkatan dari bulan sebelumnya. Indonesia mencapai yang tertinggi yaitu 55,3 disusul Korea Selatan (53,7), kemudian Vietnam (53,1) dan Jepang (53,0).
PMI Manufaktur Indonesia pada posisi Mei 2021 merupakan yang tertinggi sejak survei pertama kali dilakukan pada April 2011. “Peningkatan PMI Manufaktur Indonesia menunjukkan bahwa sektor industri mulai bangkit, dan ini makin menambah optimisme dan keyakinan akan kenaikan pertumbuhan ekonomi di Triwulan II-2021,” ujar Menko Airlangga.
Berbagai perkembangan positif ini, kata Menko Airlangga, dapat mendukung perekonomian untuk tumbuh di atas 7% (yoy) pada Triwulan II-2021. "Proyeksi ini juga telah mempertimbangkan faktor basis yang rendah pada Triwulan II-2020 lalu (low base effect), juga faktor membaiknya berbagai indikator ekonomi,” ungkap Menko Airlangga.
(akr)
Lihat Juga :