BPOM Diminta Beri Label Peringatan Galon Guna Ulang yang Mengandung BPA
Sabtu, 05 Juni 2021 - 09:30 WIB
loading...
A
A
A
Pada kesempatan berbeda, Ketua Angkatan Muda Ka'bah Kota Bekasi, Ahmad Syahbana mengaku cemas dengan adanya galon air mineral yang masih mengandung BPA, apalagi yang rentan menjadi korban adalah bayi, balita dan janin.
Baca juga: Yakin COVID-19 Bocor dari Lab Wuhan, Trump Tuntut China Rp142,9 Kuadriliun
Menurut dia, pemerintah perlu waspada terlebih pada kemasan galon guna ulang yang mengandung Bisphenol A atau BPA bisa mengakibatkan penyakit bagi warga yang terpapar atau terbawa ke dalam tubuh dalam waktu lama.
"Kami perhatian terhadap kesehatan, ini nggak bisa dibiarkan. Sebagai organisasi kepemudaan kajian terhadap bahaya BPA, kami mengetahui secara dalam akan zat yang awalnya digunakan sebagai bahan tambahan plastik untuk kepentingan industri," ujarnya.
Dia menjelaskan, kegunaan BPA, biar plastik menjadi lentur dan kuat itu harus dicampur BPA. "Misal, biar plastik lentur itu pakai BPA. Nah, kalau terpapar panas dan zat asam atau penggunaan lama, maka zat tersebut akan bermigrasi dan terbawa ke tubuh juga berpotensi membahayakan, terlebih ada salah satu produk yang memang kemasan galonnya belum ber-label Free BPA. Nah ini jangan diam saja. Bisa bahaya ini," kata Ahmad mengingatkan. Demi keamanan konsumen, dia pun menekankan perlu ada pelabelan peringatan konsumen pada galon guna ulang yang diberlakukan BPOM.
Baca juga: Yakin COVID-19 Bocor dari Lab Wuhan, Trump Tuntut China Rp142,9 Kuadriliun
Menurut dia, pemerintah perlu waspada terlebih pada kemasan galon guna ulang yang mengandung Bisphenol A atau BPA bisa mengakibatkan penyakit bagi warga yang terpapar atau terbawa ke dalam tubuh dalam waktu lama.
"Kami perhatian terhadap kesehatan, ini nggak bisa dibiarkan. Sebagai organisasi kepemudaan kajian terhadap bahaya BPA, kami mengetahui secara dalam akan zat yang awalnya digunakan sebagai bahan tambahan plastik untuk kepentingan industri," ujarnya.
Dia menjelaskan, kegunaan BPA, biar plastik menjadi lentur dan kuat itu harus dicampur BPA. "Misal, biar plastik lentur itu pakai BPA. Nah, kalau terpapar panas dan zat asam atau penggunaan lama, maka zat tersebut akan bermigrasi dan terbawa ke tubuh juga berpotensi membahayakan, terlebih ada salah satu produk yang memang kemasan galonnya belum ber-label Free BPA. Nah ini jangan diam saja. Bisa bahaya ini," kata Ahmad mengingatkan. Demi keamanan konsumen, dia pun menekankan perlu ada pelabelan peringatan konsumen pada galon guna ulang yang diberlakukan BPOM.
(ind)
Lihat Juga :